Waralaba Ice Bubble Drink

waralaba

User Rating: / 36
PoorBest 
Waralaba Ice Bubble Drink - 4.9 out of 5 based on 36 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Waralaba Ice Bubble Drink

Waralaba Ice Bubble Drink

Minuman ice bubble atau ice bubble drink merupakan minuman yang sangat populer di  Indonesia. Minuman Ice Bubble Drink amat disukai di kalangan anak-anak dan remaja. Karena  peminatnya banyak, peluang usaha minuman Ice Bubble Drink ini menjanjikan keuntungan  yang manis bagi para wirausahawan.

Saat ini, bisnis Ice Bubble Drink sudah di geluti beberapa pemilik waralaba yang menawarkan  kemitraan ice bubble drink. Perkembangan di bisnis ini berkembang dengan pesat, hal ini di  tunjukan dari bertambahnya jumlah mitra yang meningkat cukup pesat. Beberapa pemilik  franchise ini di antaranya Frezz Bubble, Toper The Bubble, dan Super Bubble.

 

Media Kontan pernah mengulas usaha Ice Bubble Drink beberapa tahun yang lalu. Nah,  bagaimanakah perkembangan usaha Ice Bubble Drink mereka saat ini? Anda bisa menyimak  review masing-masing waralaba ice bubble drink berikut ini.

Waralaba Ice Bubble Drink

Waralaba Frezz Bubble

Frezz Bubble berdiri pada tahun 2007 di Banten. Media Kontan pernah mengulas tawaran waralaba Frezz Bubble pada tahun 2009. Ketika itu, Frezz Bubble baru mempunyai dua outlet milik sendiri dan belasan outlet milik mitra.

Sesudah empat tahun berjalan, mitra Frezz Bubble telah bertambah. Saat ini, tidak kurang dari 60 outlet Frezz Bubble hadir di pelbagai daerah di Indonesia. "Empat outlet di antaranya milik kami sendiri," ujar Lisusanto, pemilik Frezz Bubble.

Lisusanto mengklaim, pertumbuhan jumlah outlet dan mitra ini tidak lepas dari kualitas produk yang di tawarkan. Bisnis Minuman ice bubble racikan Lisusanto terdiri dari 13 pilihan rasa, seperti coklat, teh hijau, teh susu, leci vanila, cappucino, dan caramel. Bahan sirupnya juga dibuat dalam 15 pilihan rasa. Lisusanto membanderol harga minuman ice bubble mulai Rp 9.000 - Rp 12.000 per cup. Hingga saat ini, Lisusanto masih menawarkan dua paket waralaba bagi calon mitranya.

Paket pertama senilai Rp 12,5 juta. Dengan paket ini, mitra memperoleh meja konter, neon box, blender, mesin cup sealer, selang plastik, serta seragam karyawan. Disamping itu, ada juga bahan baku seperti powder dan sirup sebanyak 10 jenis dengan berat bersih masing-masing 1 kilogram (kg). Tapi mitra masih mesti merogoh kocek lagi untuk biaya lisensi sebesar Rp 5 juta untuk kerjasama selama lima tahun. Diharapkan mitra dapat balik modal dalam enam bulan sejak beroperasi.

Paket kedua dengan investasi Rp 25 juta. Mitra akan memperoleh perlengkapan dan bahan baku yang lebih banyak dibanding paket pertama. Dalam paket ini sudah termasuk license fee selama lima tahun kerjasama. Lisusanto juga mewajibkan outlet untuk paket ini lebih luas. Mitra diharapkan bisa balik modal sebelum enam bulan sesudah beroperasi. Supaya bisnisnya ini berbeda dengan waralaba yang lain, Lisusanto memberikan kelonggaran kepada calon mitranya. Bagi calon mitra yang tidak ingin membeli paket kemitraan seperti di atas, mitra cukup membayar biaya lisensi sebesar Rp 5 juta. Setelah itu mitra dapat membeli sendiri atau menentukan sendiri peralatan yang mereka butuhkan.

 

Toper The Bubble

Toper The Bubble merupakan anak usaha Mathena Group. Usaha minuman yang berpusat di Karawang, Jawa Barat ini berdiri sejak tahun 2009 dan langsung menawarkan kemitraan. Media Kontan pernah mengulas tawaran waralaba Toper The Bubble pada Februari 2011.

Ketika itu, Toper The Bubble telah mempunyai 120 outlet. "Saat ini, outlet kami telah mencapai 200 outlet" ujar Yoyok Widiartono, pemilik Toper The Bubble. Dari 200 outlet ini, outlet milik sendiri ada lima dan sisanya milik mitra. outlet mitra terbanyak saat ini berada di wilayah Sumatra, seperti Bangka, Bengkulu, Padang dan Pekanbaru. "Dalam waktu dekat, kami juga akan membuka di Riau dan Lampung," kata Yoyok.

Yoyok memiliki kiat khusus dalam mempertahankan bisnisnya dan menambah mitra. Di antaranya, rajin melakukan inovasi produk. Sampai saat ini, Toper The Bubble sudah mempunyai 85 varian rasa bubble drink. Beberapa di antaranya adalah ice bubble drink coklat, taro, capuccino, taro coco, dan coffe coco.

Harga minuman ini dibanderol mulai Rp 4.000 hingga Rp 7.000 per cup. "Industri makanan dan minuman kan sering terjadi jenuh rasa. Karena itu, kami terus menambah rasa baru supaya pasarnya tidak stagnan," ungkap Yoyok.

Di samping inovasi produk, Yoyok juga gencar menawarkan paket-paket kemitraan baru. Sementara untuk paket lama, harganya tidak dinaikkan. Paket lama itu terdiri dari paket booth senilai Rp 6 juta dan paket mahasiswa senilai Rp 3,9 juta. Perbedaan kedua paket itu terletak pada bentuk gerai. Di dalam paket Rp 6 juta, mitra akan memperoleh booth komplet dengan stiker, banner, dan tenda.

Adapun paket kemitraan baru terdiri dari paket Rp 11,5 juta, paket Rp 13,5 juta, dan paket Rp 16,5 juta. Di dalam paket Rp 11,5 juta, mitra dapat berjualan ice bubble drink ditambah toper crepes dalam satu booth. Sementara paket Rp 13,5 juta dan Rp 16,5 juta dapat mengombinasikan tiga jenis produk dalam satu booth.

Dengan kerjasama ini, Yoyok juga mendorong mitra untuk berinovasi dengan produk sendiri. "Saya membebaskan mitra untuk mengembangkan produknya dan tidak melarang," tutur Yoyok. Bahkan, Yoyok juga mengaku sering membantu mitranya yang ingin membangun kemitraan baru.

 

Waralaba Super Bubble

Super Bubble berdiri sejak 2008 di Jakarta Selatan. Pemiliknya bernama Edris Adam, mengatakan bisnisnya cukup berkembang. Tahun lalu saja, Super Bubble baru ada 100 mitra. "Saat ini telah ada 175 mitra," kata Edris. Selain di Jabodetabek, mitra waralaba juga tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Ia mengaku, mitra berkembang pesat lantaran gencar beriklan di internet. Disamping itu, "Kualitas produk kami juga dijamin enak," kliamnya.

Super Bubble saat ini mempunyai 6 paket kemitraan. Yakni, paket hemat dengan biaya investasi Rp 3,45 juta, paket bazaar Rp 3,95 juta, paket silver Rp 4,95 juta, paket gold dengan Rp 5,95 juta, paket sepeda Rp 8,45 juta, dan gerobak senilai Rp 6,95 juta. Disamping memperoleh berbagai perlengkapan dagang yang lengkap, calon mitra juga memperoleh bahan baku awal sebagai modal. Sebelumnya, Edris hanya menawarkan paket dengan nilai investasi terendah Rp 2,95 juta dan tertinggi sebesar Rp 7,95 juta.

Sedangkan harga produk, Edris membandro dengan harga relatif masih murah. Harga per cup masih berkisar Rp 5.000 hingga Rp 7.000. Edris menyarankan, mitra mengambil lebih dari satu paket kemitraan. Dengan begitu, keuntungan yang didapat juga lebih banyak. "Apalagi bila mitra beruntung memperoleh tempat strategis untuk usaha," katanya. Disamping mempunyai rasa menyegarkan, Edris mengklaim minuman ice bubble buatannya mempunyai kandungan bahan alami sehingga tidak berbahaya untuk kesehatan.

"Tidak ada bahan kimia yang terkandung dalam minuman, sehingga selain mampu mengusir dahaga, minuman ini juga menyehatkan," klaimnya. Edris memiliki target, sampai akhir tahun 2012 ini dapat menambah 15 mitra baru. Untuk saat  ini, Edris masih fokus pada wilayah Jawa dan Sumatra. Sedangkan untuk wilayah Kalimantan serta wilayah Indonesia Timur masih memiliki kendala pada pengiriman produk. Rencananya, Edris akan menambah lini bisnis baru dengan menawarkan produk pizza mini. "Kami sedang garap rencana ini dan direncakan diluncurkan pada Februari 2013," ucap dia.

 

Bagi anda yang tertarik untuk memdapat informasi lebih jauh dari masing masing waralaba ice bubble tersebut.

Sumber Refferensi :

  1. Kontan   www.kontan.co.id/
  2. frezz Bubble www.frezzbubble.com
  3. Toper The Bubble
  4. Super Bubble
  5. Waralaba Ice Bubble Drink

Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!