Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL Dalam Amdal

perizinan

User Rating: / 6
PoorBest 
Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL Dalam Amdal - 5.0 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL Dalam Amdal

perbedaan amdal ukl upl dan sppl


AMDAL adalah kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Baik keputusan pemberian izin usaha, IMB dan keputusan lain bagi kegiatan yang memerlukan AMDAL. Sedangkan untuk kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL, tetap mesti melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan yang dikenal dengan nama UKL dan UPL.

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL. Ini sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup.


Kewajiban Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak dari kegiatan mudah untuk dikelola dengan teknologi yang tersedia. UKL-UPL adalah perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan izin melakukan usaha dan atau kegiatan lain.

 

Prosedur UKL UPL

Berbeda dengan Prosedur AMDAL, proses dan prosedur UKL UPL tidak dilakukan seperti AMDAL namun dengan memakai formulir isian yang berisi sebagai berikut :

  1. Identitas pemrakarsa
  2. Rencana Usaha dan/atau kegiatan
  3. Dampak Lingkungan yang akan terjadi
  4. Program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  5. Tanda tangan dan cap


Formulir Isian ini diajukan pemrakarsa kegiatan kepada instansi-instnsi terkait berikut ini :


  1. Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota untuk kegiatan yang berlokasi pada satu wilayah kabupaten/kota
  2. Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Propinsi untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu Kabupaten/Kota
  3. Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu propinsi atau lintas batas negara

 

Perbedaan AMDAL dengan UKL UPL


Jika sebuah rencana kegiatan yang sudah ditetapkan wajib menyusun AMDAL, maka tidak lagi diwajibkan menyusun UKL-UPL (lihat penapisan Keputusan Menteri LH 17/2001). UKL UPL dikenakan bagi kegiatan dan/atau usaha yang sudah diketahui teknologi dalam pengelolaan limbahnya atau mempunyai dampak kecil. Jadi, secara garis besar AMDAL diperlukan untuk usaha dan atau kegiatan yang berdampak besar terhadap lingkungan. Sedangkan UKL-UPL diperuntukan bagi kegiatan dan/atau usaha yang memiliki dampak  lebih kecil terhadap lingkungan.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!