Budidaya Jambu Bol

pelatihan pertanian

User Rating: / 2
PoorBest 
Budidaya Jambu Bol - 5.0 out of 5 based on 2 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Jambu Bol

budidaya jambu bol
Budidaya Tanaman Buah Jambu Bol ( Syzygium malaccense L. )
Tanaman buah jambu bol atau sering juga dikenal dengan nama jambu dersana, jambu ripu (Aceh), jambu boa (Jambi), jambu bol (Sunda, batak, lampung),  dharsana (Madura), Myambu bol (Bali), Jambu bo (Minangkabau) dan maufa (Nias)  adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari kawasan Indo-Cina, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Di Indonesia penyebaran jambu bol lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa.



Harga buah jambu bol di dalam negeri sangat baik, saat ini harga 1 kg jambu ukuran besar bisa mencapai Rp. 20.000 dan yang terkecil Rp. 5.000. Harga ini jauh di atas harga buah-buahan lokal lainnya.

 

Budidaya Jambu Bol

Desikripsi Tanaman Buah Jambu Bol

1. Pusat Penanaman
Pusat penanaman budidaya jambu bol ada di Jawa Barat (Lebak, Bogor, Cianjur, Garut, Ciamis, Sumedang, Subang), Jawa Timur (Purworejo, Boyolali, Karanganyar, Sragen Jepara), Jawa Tengah (Malang, Banyuwangi, Pamekasan) dan DI Yogyakarta (Kulon Progo). Di tahun 1991, produksi di pulau Jawa mencapai 51.763 kwintal/tahun. Luas produksi tidak bisa dipastikan sebab belum ada perkebunan jambu bol. Tanaman jambu bol biasanya ditanam sebagai tanaman pekarangan atau kebun warga. Diperkirakan jumlah pohon di Pulau Jawa saat itu mencapai 879.533. Produksi jambu bol dari tahun ke tahun bisa dibilang konstan.

2. Jenis Tanaman
Klasifikasi Jambu bol adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Spesies : Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry

Pohon jambu bol bisa hidup hingga puluhan tahun. Dua jenis jambu bol lokal yang umumnya ditanam adalah jambu bol merah Cianjur dengan potensi 80-100 kg/musim/pohon dan jambu bol putih Congkili dengan potensi 1.125-1.250 kg/musim/pohon. Varietas baru berumur genjah adalah Si Mojang yang bisa dipanen hingga 3 kali dalam setahun.

3. Manfaat Tanaman Jambu Bol
Buah jambu bol yang rasanya segar dan baunya sangat harum bisa dijadikan makanan buah segar yang disantap tanpa diolah. Pangolahan pasca panen untuk menjadi makanan baru bisa juga dilakukan dan akan meningkatkan nilai jual jambu bol tersebut.

Syarat Pertumbuhan Jambu Bol

1. Iklim
Pohon jambu bol bisa tumbuh dengan baik di daerah yang mempunyai curah hujan 500-3.000 mm/tahun.

  1. Pohon jambu bol membutuhkan intensitas cahaya matahari sebesar 40-80%.
  2. Pohon jambu bol memerlukan temperatur yang ideal antara 18-28 derajat C
  3. Tanaman jambu bol memerlukan kelembaban udara ideal antara 50-80 %
  4. Tanaman buah jambu bol tidak bisa tumbuh dan mati bila mengalami pembekuan di daerah yang mempunyai musim dingin.


2. Tempat Menanam

  1. Tanah yang cocok merupakan tanah yang subur, gembur, serta memiliki banyak bahan organik.
  2. Tanah ideal adalah tanah inseptisol sangat baik, sedangkan tanah yang tidak terlalu subur seperti Ultisol dan Oksisol (Podsolik Merah Kuning) masih baik untuk budidaya jambu bol sesudah diberi kapur dan pupuk.
  3. Tingkat keasaman tanah (pH) antara 5,5-7,5 sangat cocok untuk pertumbuhan pohon ini.

3. Ketinggian Tempat
Pohon jambu bol bisa tumbuh dengan baik di lingkungan tropis dari dataran rendah hingga dataran tinggi yang mencapai 1.200 m dpl.
budidaya jambu bol

Pedoman Teknis Budidaya Jambu Bol

1. Pembibitan

1.1. Syarat Benih
Biji bibit berasal dari pohon varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif dan produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yang besarnya normal serta mulus. Biji dikering-anginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah yang berukuran relatif besar, ukuran seragam, bernas dan tidak cacat.

1.2. Membuat Persemaian
Persemaian bisa dibuat di dalam bedengan atau polybag.
a. Persemaian dengan bendengan

  1. Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul, kering-anginkan 15-30 hari. Buat lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm.
  2. Campurkan tanah bebengan dengan 2kg/m2 pupuk kandang
  3. Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Naungi sungkup dengan plastik bening/mulsa.

b. Persemaian dengan polybag

  1. Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.
  2. Polybag diisi dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang (2:1)
  3. Simpan polibag di dalam sungkup.

1.3. Teknik Penyemaian Biji
a. Bedengan

  1. Siram tanah bedengan.
  2. Buat lubang semai pada jarak 15 x 10 cm.
  3. Semai biji jambu bol di lubang sedalam 3-5 cm dan tutup dengan tanah tipis, siram kembali.

b. Polybag

  1. Siram media di dalam polybag.
  2. Semaikan satu biji sedalam 3-5 cm, tutup dengan tanah dan siram secukupnya.

1.4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

  1. Lakukan penyiraman 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau.
  2. Lakukan penyiangan sesuai dengan pertumbuhan gulma.
  3. Lakukan pemupukan setiap 3 bulan dengan urea, SP-36 dan KCl (2:1:1) sebanyak 50-100 g/m2 atau 4 g/polibag.
  4. Lakukan penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.
  5. Buka sungkup bila cuaca cerah secara berangsur-angsur supaya pohon bisa beradaptasi dengan lingkungan kebun.

1.5. Pemindahan Bibit
Bibit di bedengan sudah bisa dipindahkan ke polybag sesudah berumur 6 bulan. Pindah tanam ke kebun dilakukan sesudah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.

1.6. Bibit dengan Metode Enten (Grafting)
Metode sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10-12 bulan sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Sesudah disambung, bibit dipelihara selama 2-3 bulan.

1.7. Bibit dengan Metode Cangkok
Pilih cabang yang akan dicangkok pada tanaman yang unggul dan produktif. Pilih cabang yang tidak terlalu tua/muda, berwarna hijau keabu-abuan atau kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1.5 cm. Sesudah 2-2,5 bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong dan ditanam di polybag dengan media campuran tanah : pupuk kandang 1:1. Bibit dipelihara selama 1 bulan seselum ditanam dikebun.

2. Pengolahan Media Tanam

2.1. Persiapan

  1. Jarak tanam jambu bol adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 50 cm.
  2. Olah tanah di lubang tanam 15-30 hari sebelum penanaman.

3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam

  1. Gali tanah yang akan dijadikan lubang tanam sedalam 25 cm hingga berbentuk lubang dangkal 60 x 60 x 25 cm Tempat kan tanah galian di satu sisi. Gali kembali tanah hingga kedalaman 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Kering-anginkan 15-30 hari.
  2. Masukkan tanah galian lapisan bawah dan campurkan dengan 20-40 kg/ha pupuk kandang dengan tanah galian atas dan masukkan ke dalam lubang. Sementara itu, pilih dan siapkan bibit yang memenuhi syarat dan sehat, keperluan bibit per hektar adalah 156 buah.

3. Teknik Penanaman

3.1. Membuat Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan menggali lahan berukuran 30 x 30 x 30 cm.

3.2. Cara Menanam Jambu Bol

  1. Bibit jambu bol ditanam di awal musim hujan kecuali jika air selalu berlimpah.
  2. Taburkan insektisida 100 gr Furadan 3 G dan 100-150 gr campuran urea, SP-36 dan KCl (2:1:1) ke dalam lubang tanam.
  3. Siram media polybag, sobek polybag, keluarkan bibit beserta tanahnya dan tanamkan di lubang. Siram secukupnya.
  4. Timbun dengan tanah hingga pangkal batang dan padatkan tanah di sekitar batang.
  5. Buat tiang penyangga di sisi kiri atau kanan dan ikat pohon ke tiang penyangga dengan longgar.

4. Cara Memelihara Tanaman Jambu Bol

4.1. Penyulaman
Dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama.

4.2. Perempalan atau Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan supaya bisa membentuk pohon dan sekaligus meningkatkan produktifitas.
a. Pemangkasan I

  1. Saat tanaman berumur kurang dari 1 tahun
  2. Potong ujung batang hingga ketinggian 70-100 cm dari tanah
  3. Sesudah cabang primer terbentuk, pilih dua atau tiga cabang primer terbaik dan biarkan tumbuh hingga 50 cm.

b. Pemangkasan II

  1. Potong ujung batang cabang primer yang telah berukuran panjang 50 cm.
  2. Cabang primer yang dipotong sampai 30 cm dari pangkalnya. Sesudah cabang sekunder terbentuk, pilih 3 cabang sekunder terbaik

c. Pemangkasan III

  1. Potong cabang sekunder hingga 30-50 cm dari pangkalnya.
  2. Sesudah cabang tersier terbentuk, pelihara 3 cabang tersier.
  3. Hentikan pemangkasan

4.3. Cara Memupuk Pohon Jambu Bol
Jenis pupuk dan dosis (gram/pohon/tahun) yang dipakai adalah sebagai berikut:

  1. Umur pohon 1 tahun: Urea=200; SP-36=100; KCl=100; frekuensi pemupukan= 4x.
  2. Umur pohon 2 tahun: Urea=200; SP-36=100; KCl=100; frekuensi pemupukan= 3x.
  3. Umur pohon 3 tahun: Urea=250; SP-36=125; KCl=125; frekuensi pemupukan= 3x.
  4. Umur pohon 4 tahun: Urea=300; SP-36=150; KCl=150; frekuensi pemupukan= 3x.
  5. Umur pohon 5 tahun: Urea=400; SP-36=200; KCl=200; frekuensi pemupukan= 3x.
  6. Umur pohon 6 tahun: Urea=200; SP-36=400; KCl=200; frekuensi pemupukan= 3x.
  7. Umur pohon 7 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
  8. Umur pohon 8 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
  9. Umur pohon 9 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
  10. Umur pohon 10 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
  11. Umur pohon > 10 tahun: Urea 250; SP-36-500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.


4.4. Pengairan dan Penyiraman
Saat pohon masih muda, tanaman disirami 1-2 kali sehari. Bila telah cukup besar dan perakarannya dalam, tanaman disirami 1-2 kali sebulan. Penyiraman dilakukan dengan cara disiram di sekeliling tajuk.

4.5. Pemulsaan
Mulsa dibuat dari jerami kering yang dihamparkan sesudah penanaman di sekeliling tajuk tanaman dengan ketebalam 3-5 cm.

4.6. Pembungkusan Buah.
Bungkus buah 7-10 hari sebelum panen guna mencegah serangan lalat buah dan menghasilkan warna kulit bagus. Pembungkusan buah memakai ijuk yang membungkus rangkaian buah. Ijuk diikat di kedua ujung rangkaian buah.

5. Hama dan Penyakit

5.1. Hama
1. Ulat parasa atau ulat bajra (Parasa lepida Cr.)
Ciri: ulat berwarna kuning kehijauan dengan garis biru di punggung, berukuran 20-25 mm serta berbulu yang menyebabkan rasa gatal. Gejala: daun robek atau bolong tidak teratur.
Pengendalian: kimia dengan insektisida Decis 2,5 EC/Curacron 500 EC.

2. Ulat trabola (Trabala pallida)
Ciri: tubuh ulat bagian kiri serta kanan berbulu lebat, dengan kepala merah bergaris kuning.
Gejala: menyerang daun dan pada serangan berat bisa menyebabkan tanaman gundul.
Pengendalian: insektisida Decis 2,5 EC atau Curacron 500 EC.

3. Lalat megatrioza (Megatrioza vitiensis Kiri.)
Ciri: lalat kecil berwarna hitam kekuningan.
Gejala: larva menyerang buah dengan cara menggerek dan melubangi dan hidup di dalamnya. Buah dapat gugur.
Pengendalian: bungkus buah dengan ijuk, gunakan perangkap berbahan aktif metyl eugenol, insektisida sistemik Perfekthion 400 EC dengan cara infus akar/batang menjelang masa berbunga.

4. Lalat bisul (Procontarini mattiana Kieff & Cicec)
Gejala: daun berbintil-bintil atau berbisul kecil.
Pengendalian: pangkas daun yang terserang, sanitasi kebun dan insektisida sistemik dengan Perfekthion 400 EC.

5.2. Penyakit
1. Antraknose
Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporoides.
Gejala: daun menjadi keriting di daerah tepi serta ujung daun mati, tunas mengering dan mati, buah matang berbercak-bercak coklat tua hingga hitam.
Pengendalian dengan melakukan sanitasi kebun, memangkas buah/daun yang terserang dan mengurangi kelembaban kebun. Gunakan fungisida berbahan aktif tembaga Kasumin 5/75 WP atau Cupravit OB 21.

2. Bercak daun
Penyebab: jamur Cercospora sp.
Gejala: daun berbercak-bercak merah kecoklatan serta ada warna putih ditengahnya.
Pengendalian: dengan sanitasi kebun, memangkas daun yang terserang serta gunakan fungisida Antracol 70-WP atau Dithane M-45.

3. Kapang jelaga (sooty mould )
Penyebab: jamur Capnodium sp.
Gejala: sebagian atau seluruh permukaan atas daun tertutup oleh lapisan hitam.
Pengendalian kimia dengan menyemprotkan bubuk belerang pada permukaan daun.

4. Karat merah (Red rust )
Penyebab: jamur Cephaleuros virescens)
Gejala: daun berbercak-bercak bulat berwarna coklat, permukaan atas daun berbintik-bintik lembut.
Pengendalian dengan melakukan pemangkasan daun yang sakit dan sanitasi kebun serta fungisida Antracol 70 WP dan Dithane M-45.

6. Panen

6.1. Ciri dan Umur Panen
Tanaman berasal dari biji berbuah pada umur 4-5 tahun, dari enten pada umur 3-4 tahun dan bila berasal dari cangkok pada umur 1-2 tahun. Pohon berbuah bulan Mei-Juni dan buah dipanen di bulan Agustus-September. Ciri buah yang dapat dipanen adalah sudah berukuran maksimal, umur 80 hari sejak berbunga, warna kulit merah merata, merah bergaris /putih bersih (tergantung dari jenis) dan buah sudah agak empuk dan agak harum.

6.2. Cara Panen
Buah matang dipetik dari rangkaiannya dengan hati-hati dan jangan sampai jatuh ketanah.

6.3. Periode Panen
Setiap musim dipetik 3-4 kali dengan interval 5 hari sekali.

6.4. Perkiraan Produksi
Buah jambu bol bisa dipanen dua kali dalam setahun, dengan hasil panen yang kedua hanya 50% dari panen pertama. Produktivitas jambu bol merah Cianjur berkisar 12,48-15,6 ton/musim/ha atau 18,72-23,4 ton/tahun/ha, jambu bol putih congkili 78,0 ton/musim/ha atau 117,0 ton/tahun/ha. Produktivitas mulai menurun pada waktu tanaman berumur 30 tahun.

7. Pengolahan Pascapanen

7.1. Pengumpulan
Buah jambu bol hasil panen dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam keranjang plastik dan disimpan sementara di ruangan yang sejuk dan kering. Buah dari jenis yang berbeda tidak boleh disatukan dengan jenis yang lain.

7.2. Penyortiran dan Penggolongan
Pisahkan buah jambu bol cacat dari yang baik serta klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya. Buah dicuci bersih dengan air mengalir/dialiri air kemudian ditiriskan di rak
pengeringan.

7.3. Pengemasan dan Pengangkutan
Buah jambu bol dikemas didalam kotak kardus atau keranjang plastik atau peti kayu dan disusun rapi supaya tidak berpindah tempat selama pengangkutan. Sebaiknya buah disimpan dalam cold storage bila tidak langsung diangkut ke pasar. Pada bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, Made in Indonesia dan daerah asal.

Refferensi :
Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS
Empep Sanusi. 1998. Jambu Bol "Si Mojang" berumur Genjah. Trubus no. 341.
Rahmat Rukmana, 1998. Ir. Budidaya Jambu Bol. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Wikipedia Syzygium Malaccense http://en.wikipedia.org/wiki/Syzygium_malaccense
Budidaya Jambu Bol, lihat juga Analisa Ekonomi Budidaya Jambu Bol


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!