Budidaya Anggrek

pelatihan pertanian

User Rating: / 6
PoorBest 
Budidaya Anggrek - 5.0 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Anggrek Dendrobium

budidaya anggrek

Budidaya anggrek Dendrobium mulai banyak di budidayakan di Indonesia sebagai tanaman bunga komersial yang berasal dari 2 kelompok, yaitu Dendrobium Phalenopsis dan Dendrobium Ceratobium. Jumlah anggrek Dendrobium ini terdiri lebih dari seribu spesies.

 


Anatomi Anggrek Dendrobium

Anggrek Dendrobium masuk dalam kelompok Phalaenanthe dan umumnya memiliki bentuk tubuh yang tidak terlalu besar, serta sering mengalami masa istirahat (decidous). Tangkai bunga Anggrek Dendrobium cukup panjang dengan 12 kuntum pada tiap tangkai dengan bunga bundar (kupu-kupu), dicirikan dengan mahkota bunga kompak berdempetan seperti D.bigibbum.

Anggrek Dendrobium dari kelompok Ceratobium umumnya memiliki bentuk tubuh besar, dan bisa mencapai tinggi 2 meter, Namun Anggrek Dendrobium dari kelompok Ceratobium ini mempunyai masa istirahat yang pendek, seringkali bahkan tanpa masa istirahat (evergreen) dan terus berbunga dan beranak. Bunga berbentuk seperti tanduk atau binatang. Jumlah kuntum bisa mencapai 30 - 40 bunga dalam satu atau dua tangkai.

 

 

Bunga dicirikan dengan mahkota bunga memanjang bercelah antara sepal dan petal, seperti D. Jaquelyn Thomas. Ada juga bunga yang berbentuk tipe tebu, dicirikan dengan bunga keluar dari batang yang hampir tidak berdaun, tidak bertangkai bunga, bunga  hanya gagang saja, diperlukan suhu yang rendah untuk bisa merangsang pembungaannya.

Hasil persilangan antara kedua kelompok tersebut (Anggrek Dendrobium dari kelompok Ceratobium dan kelompok Phalaenanthe) menghasilkan hibrida-hibrida dengan bentuk tubuh yang tidak terlalu besar, masa istirahat bisa dikurangi atau dihilangkan, bunga bundar atau setengah bundar dengan warna yang bervariasi. Warna yang banyak disukai saat ini adalah warna-warna terang menyala seperti ungun tua dari Dendrobium Wong Bee Yok, warna putih dari D. Walter Oumai atau warna kuning dari turunan D. Schullerii.

Perawatan Budidaya Anggrek

Dalam budidaya anggrek, jenis anggrek ini memerlukan cahaya yang tidak langsung sekitar 50%-65% cahaya matahari. Sat ini sudah ada semacam net yang dibuat sesuai dengan persentase cahaya yang dibutuhkan. Suhu di malam hari yang diperlukan sekitar  21°C untuk merangsang terjadinya pembungaan, tapi jika mengalami suhu tinggi di malam hari, maka justru akan mendorong terjadinya anak-anakan baru.

Penanaman Dalam Budidaya Anggrek

Di karenakan anggrek adalah tanaman epifit, maka anggrek bisa ditanam pada media seperti pakis, potongan kulit kayu, batu-batuan, arang, sabutkelapa, dan lainnya.
Penanaman di dalam pot satuan (Individual pot), bisa menggunakan media batu bata atau genteng seperempat bagian dalam pot, di bagian atas dipergunakan potongan-potongan pakis atau jenis medium lainnya yang sudah disebutkan diatas.
media tanam anggrek

Pemupukan dalam Budidaya Anggrek

Terdapat beberapa macam pupuk buatan yang disemprotkan langsung pada daun antara lain Hyponex, Vitabloom, Greenzit, Bayfolan, Pokok dan Iain- lain, sesuaikan dengan aturan dosis pemakaian yang tertulis pada label botol masing-masing. Dosis ini berbeda untuk setiap fase pertumbuhan tanaman anggrek.

Pemuliaan Pada Budidaya Anggrek


Pemuliaan budidaya anggrek


Pemuliaan atau perkembangbiakan sering dilakukan dengan cara vegetatif, yaitu dengan memecah rumpun batang-batangnya atau dengan cara stek tunas berakar yang tumbuh di sekitar ujung batang (disebut juga dengan "keiki") dan ditanam dalam pot yang sudah terisi dengan media yang sudah disebutkan diatas.

Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang pada tanaman bunga anggrek umumnya adalah semut, kutu, tungau serta bekicot.

Penyakit yang sering menyerang pada tanaman bunga anggrek adalah " leaf spot " (bercak daun) yang menyerang daun bagian bawah berupa bulatan kuning, terang kemudian menjadi cakung J berwarma hitam. " Leaf spot " disebabkan oleh sejenis jamur (Cercospora dendrobii) dan  bisa diberantas dengan menggunakan Benomyl, Dithane M-45.  Dengan penyemprotan obat-obatan secara terus-menerus serangan hama penyakit ini bisa dicegah dan diatasi.

Budidaya anggrek saat ini sudah banyak di produksi di sentra-sentra Usaha Tanaman Hias . Namun, sebaiknya budidaya anggrek juga bisa di lakukan di pesisir hutan oleh
masyarakat sekitar hingga hutan dapat lebih terjaga. Budidaya anggrek ini lebih menghasilkan di bandingkan dengan produksi hasil hutan lain seperti kayu yang tentunya merusak lingkungan hutan kita, apalagi masih banyak anggrek hutan alami yang bisa di dapat masyarakat. Kelemahan budidaya anggrek oleh masyarakat ini adalah kurangnya informasi dan cara pemasaran, sehingga pemasaran hanya mengandalkan datangnya pembudidaya anggrek dari sentra-sentra produksi yang mencari anggrek hutan.

Refferensi

Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!