Alat penyulingan minyak atsiri sistem rebus Water Distillation

User Rating: / 4
PoorBest 
Alat penyulingan minyak atsiri sistem rebus Water Distillation - 5.0 out of 5 based on 4 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Alat penyulingan minyak atsiri sistem rebus (Water Distillation)

alat penyuling minyak atsiri
Mesin Penyulingan minyak atsiri ini secara garis besar di kelompokan menjadi 3 kelompok, yakni sesuai dengan cara yang digunakan dalam mendapatkan minyak atsiri. Penerapan cara yang digunakan didapat berdasarkan atas beberapa pertimbangan seperti jenis bahan baku tanaman, karakteristik minyak, proses difusi minyak dengan air panas, dekomposisi minyak akibat efek panas, efisiensi produksi serta alasan nilai ekonomis dan efektifitas produksi minyak atsiri. Penyesuaian cara produksi berpengaruh juga terhadap alat penyulingan minyak atsiri yang kita gunakan.


Penyulingan minyak atsiri bisa di lakukan dengan 3 cara, yaitu :

 

  1. Penyulingan dengan sistem rebus (Water Distillation)
  2. Penyulingan dengan air dan uap (Water and Steam Distillation)
  3. Penyulingan dengan uap langsung (Direct Steam Distillation)

 

Alat Penyulingan minyak atsiri sistem rebus (Water Distillation)

Secara garis besar, cara penyulingan minyak atsiri sistem rebus adalah dengan memasukkan bahan baku, baik yang sudah dilayukan, kering maupun masih bahan basah ke dalam ketel penyuling yang sudah berisi air lalu dipanaskan. Uap yang keluar dari ketel dialirkan dengan pipa yang dihubungkan dengan kondensor atau pendingin. Uap yang merupakan campuran uap air dan minyak tersebut akan terkondensasi menjadi cairan dan ditampung dalam wadah. Kemudian cairan minyak dan air tersebut dipisahkan dengan menggunakan separator pemisah minyak untuk diambil minyaknya saja.

Alat Penyulingan minyak atsiri sistem rebus destilasi ini umumnya dipakai untuk menyuling tanaman dan  simplisia seperti Nilam, Cengkeh, Sirih, Sereh, Adas, Jeringau, Gandapura, Bangle, Jahe, Kencur, Kunyit, Temulawak, Kayu Manis, Kapulaga, Kayu Putih, Kemukus, Kemangi, Ketumbar, Lengkuas, Mesoyi, Kenanga , Lada, Jeruk Purut, dll. Meskipun demikian bunga mawar, melati dan sejenisnya akan lebih cocok dengan sistem enfleurasi, bukan destilasi.

alat penyulingan destilasi

Alat penyulingan minyak atsiri destilasi dirancang untuk efektifitas tenaga dan waktu penyulingan, efisien energi panas dan rendemen maksimal. Alat destilator minyak atsiri ini menggunakan material stainless steel untuk mendapatkan minyak berkualitas tinggi. Dilengkapi dengan 2 separator minyak untuk berat jenis  minyak lebih kecil dan besar dari pada air, pompa air pendingin, termometer serta kondensor spiral. Kapasitas ketel suling mulai dari 10 kg, 25 kg, 50, 100 dan 200 kg ( ukuran rimpang) atau sesuai permintaan. Pemanas dapat menggunakan api elpiji, batubara atau pemanas listrik.

alat penyulingan minyak atsiri destilasi



alat penyulingan minyak atsiri sistem rebus destilasi

Bahan yang mengandung minyak atsiri dimasukkan ke dalam wadah suling/ destilasi, selanjutnya uap air akan membawa minyak atsiri tersebut keluar dari jaringan bahan. Uap air bersama minyak atsiri terkondensasi sewaktu melewati kondensor pendingin dan selanjutnya menetes atau mengalir masuk kewadah penampung dan terpisah berdasarkan perbedaan berat jenis minyak dan air.

Alat Destilasi Minyak Atsiri ( Alat Penyulingan Minyak Atsiri) ini memiliki rentang harga antara Rp 10 juta hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari jenis bahan dan kapasitas produksi. Namun bagi usaha kecil yang  modal terbatas, bisa mengakali dengan membuat sendiri alat penyulingan minyak atsiri sederhana. Bisa di buat dari drum bekas, atau pun bahan lainnya. Yang terpenting adalah memiliki Alat Penyulingan untuk merebus bahan baku, Condensor (Pendingin), Separator (Pemisah Minyak) dan Receiver Tank (Tangki Penampung).

alat penyulingan minyak atsiri sistem rebus destilasi

Yang mesti kita perhatikan adalah alat penyulingan destilasi ini terbuat dari bahan anti karat seperti stainless steel, tembaga atau besi berlapis aluminium. Hal ini untuk menjaga kwalitas minyak atsiri yang kita hasilkan, agar tidak tercemari oleh alat produksi. Peluang usaha minyak atsiri saat ini sedang menanjak, seiring dengan semakin banyaknya pemanfaatan minyak atsiri di industri dan sebagai aroma terapi.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!