Cara Membuat Tempe

kursus

User Rating: / 11
PoorBest 
Cara Membuat Tempe - 4.6 out of 5 based on 11 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Cara Membuat Tempe

Cara Membuat Tempe

Tahu dan tempe adalah makanan tradisional asli Indonesia dan sudah menyebar ke sebagian besar masyarakat Indonesia, tapi saat ini Usaha kecil membuat Tahu dan  tempe sudah menyebar keseluruh penjuru dunia. Kalangan vegetarian di seluruh dunia banyak yang  sudah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya saat ini tahu dan tempe diproduksi di  banyak tempat di dunia, bukan hanya di Indonesia. Tapi juga Amerika, jepang, Korea, Timur tengah dan  negara lainnya.

 

Cara membuat tempe ini sudah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari masyarakat  Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan cara pembuatan yang masih sangat sederhana. Ada  berbagai bahan dasar yang bisa digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan  paling banyak digunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai.

Guna mendapat tempe yang berkwalitas bagus, maka kedelai yang dipakai harus juga yang berkwalitas  bagus dan tidak bercampur dengan biji bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji bijian  lainnya. Disamping itu, prosedur pengolahan juga mesti dilakukan dengan teliti. Cara pembuatan tempe pada dasarnya merupakan proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp, pada biji kedelai.

Di dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang benang yang di kenal sebagai benang hifa.  Benang benang hifa itu mengikatkan biji kedalai yang satu dengan biji kedelai yang lain, hingga biji biji  kedelai itu membentuk suatu massa yang kompak. Massa kedelai itulah yang selanjutnya disebut sebagai  tempe.

Di masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp ini pula menghasilkan enzim yang bisa menguraikan  protein yang berada didalam biji kedelai, hingga protein protein di dalam biji kedelai ini gampang dicerna.  Dalam masa pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan ada beberapa jenis  mikroorganisme lain yang mungkin turut campur, tapi tidak memberikan aktifitas yang nyata.

Tapi, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin turut campur ini bisa terlihat sesudah  aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp. melampaui masa optimumnya, yaitu sesudah terbentuknya spora  spora baru yang berwarna putih kehitaman. Ini bisa diketahui, terutama pada tempe yang di biarkan atau  di simpan di dalam suhu kamar, yakni dengan terciumnya bau amoniak. Terciumnya bau amoniak pada  tempe menunjukkan bahwa tempe tersebut telah mulai mengalami pembusukan. Bau amoniak ini masih  terasa meskipun tempe sudah dimasak, dan bisa menurunkan cita rasa konsumen.

Oleh sebab itu, supaya didapat tempe yang berkwalitas bagus serta tahan agak lama, maka selama proses  cara membuat tempe mesti diperhatikan mengenai sanitasi serta kemurnian bibit (inokulum) yang akan  digunakan.

 

Berikut Cara Membuat Tempe

A. Peralatan Yang Dibutuhkan

 

  • Baskom
  • Saringan
  • Dandang
  • Kipas Angin / Kipas
  • Sotel kayu
  • Tampah
  • Kompor
  • Dan Peralatan lain yang diperlukan

B. Bahan Membuat Tempe

  • Kacang kedelai
  • Ragi tempe atau biakan murni Rhizopus sp.
  • Kantung plastik, atau daun pisang, atau daun jati untuk membungkus tempe

C. Cara Membuat Tempe

  1. Cucilah tampah, ayakan, kipas dan peralatan lain yang akan digunakan, setelah itu keringkan.
  2. Bersihkan kedelai dari bahan bahan lain yang tercampur, setelah itu cuci sampai bersih.
  3. Rendam kedelai yang sudah dicuci bersih selama 12 hingga 18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi  agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin ).
  4. Kupas kulit biji kedelai yang sudah lunak, setelah itu cuci dan bilas dengan menggunakan air bersih.
  5. Kukus atau rebus biji kedelai tersebut hingga empuk.
  6. Sesudah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji kedelai tersebut ke dalam tampah yang sudah  dibersihkan, setelah itu diangin angin dengan kipas atau kipas angin sambil diaduk aduk sampai biji  kedelai tersebut terasa hangat.
  7. Taburkan ragi tempe Rhizopus sp. yang sudah disiapkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk aduk  hingga merata (1,5 gram ragi tempe untuk 2 kg kedelai).
  8. Siapkan kantung plastik atau daun pisang, atau daun jati guna membungkus tempe. Jika kantung plastik yang dipakai untuk membungkus, buatlah lubang lubang kecil pada kantong tersebut menggunakan  tootpick atau garpu.
  9. Masukan kedelai yang sudah diberi ragi tempe Rhizopus sp. ke dalam pembungkusnya, atur takaran berat  dan ketebalannya sesuai dengan selera atau ukuran standar jual
  10. Proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau sampai semua  permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.
  11. Tempe siap di masak atau di jual.

 

Catatan:

  • Selalu perhatikan kebersihan tempat kerja dan kebersihan peralatan kerja, ini akan meningkatkan kualitas  tempe yang dihasilkan.
  • Suhu ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe.
  • Ragi tempe dapat di beli di tempat pedagang kedelai atau membuat ragi tempe sendiri.
  • Setelah mengetahui cara membuat tempe, anda bisa membuatnya untuk usaha kecil membuat tempe tahu.
  • Untuk membuat tempe skala besar dapat menggunakan mesin pembuat tempe

 

 

Bahan Bacaan


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!