Cara Membuat Mie Dengan Mesin Mie Sederhana

kursus

User Rating: / 2
PoorBest 
Cara Membuat Mie Dengan Mesin Mie Sederhana - 5.0 out of 5 based on 2 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Cara Membuat Mie Dengan Mesin Mie Sederhana

Cara Membuat Mie Dengan Mesin Pembuat Mie Sederhana
Cara membuat Mie Dengan Mesin Mie Sederhana - UKMKecil.com. Mie sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Umumnya mie yang banyak dikonsumsi adalah mie instant. Namun jenis mie lain seperti mie basah juga banyak dibuat, jenis mie basah ini umumnya di proses kembali oleh usaha kecil makanan, seperti usaha mie ayam, tukang baso, penjual soto mie dll. Mie basah juga bisa di dapat di pasar-pasar, tapi biasanya masih terbatas karena terbatasnya daya tahan mie tersebut.

Industri mie Indonesia khususnya mie instant sangat besar, dan memiliki pangsa masar yang sangat besar. Namun pemain di Industri mie instant sangat terbatas, ini karena diperlukan permodalan yang sangat kuat untuk membuat pabrik mie instant yang sulit diperoleh mitra UKM. Namun masih banyak UKM yang sukses dari hasil mie, yakni dengan membuat mie basah yang biasa dipakai usaha mie ayam, bakso dan konsumen umum.

Cara Membuat Mie Dengan Mesin Mie Sederhana, Cara membuat mie basah, mie mentah, mie kering dan mie instan.

Bagi Anda yang sangat suka makan mie, dan ingin mendulang uang dari mie. Pelajari cara membuat mie dengan mesin mie sederhana, dan tentukan jenis usaha mie yang akan digeluti, bisa sebagai produsen mie, atau langsung memakainya sebagai penjual mie ayam dll.

 

Cara Membuat Mie Dengan Mesin Mie Sederhana


Cara membuat mie dengan mesin mie sederhana harus melewati beebrapa tahap, yakni terdiri dari pencampuran adonan, pemipihan hingga berbentuk lembaran, pencetakkan mie, pengukusan, penggorengan (untuk mie kering) hingga penirisan dan pengemasan.

Cara Membuat Mie Dengan Mesin Pembuat Mie Sederhana


1. Tahap Pencampuran / Mixing

Tahap ini bertujuan supaya tepung dan air bisa tercampur dengan rata dan menarik serat gluten pada tepung. Guna memperoleh adonan yang baik mesti diperhatikan jumlah penambahan air (28 – 38 %), dan waktu pengadukan (15-25 menit), serta suhu adonan (24-40 ᵒC). Proses mixing bisa dilakukan manual dengan tangan kita atau dengan mesin mixing sejenis mixer.

2. Tahap Pembentukan Lembaran

Tahap ini berguna untuk menghaluskan adona dan membuat lembaran adonan siap cetak. Adonan mie yang dipress hendaknya tidak bersuhu rendah kurang dari 25 ᵒC, sebab pada suhu tersebut dapat menyebabkan lembaran mie pecah-pecah dan kasar. Kwalitas lembaran mie seperti ini akan menyebabkan mie yang mudah patah. Tebal akhir lembaran mie sekitar 1,2 – 2 mm. Proses ini bisa dilakukan manual dengan bantuan botol atau kayu bulat, namun untuk industri disarankan sudah memakai mesin mie sederhana.

3. Tahap pencetakkan Mie

Adonan yang sudah berbentuk lembaran bisa langsung diproses menjadi mie, besar mie bisa kita tentukan sesuai yang kita inginkan (1-2mm). Potong melintang pada jarak tertentu supaya bisa menghasilkan berat standar. Untuk mempermudah bisa memakai bantuan tepung supaya tidak lengket. Pemakaian mesin mie mutlak diperlukan. Mie yang dihasilkan dalam tahap ini disebut mie mentah, biasanya dipakai langsung oleh usaha mie ayam.

4.  Tahap Pengukusan Mie

Setelah mie mentah terbentuk, selanjutnya adalah dengan mengukus mie tersebut. Dalam proses pegukusan ini akan terjadi gelatinisasi pati dan juga koagulasi gluten hingga terjadi dehidrasi air dari gluten dan menyebabkan kekenyalan mie. Pada saat sebelum dikukus, ikatan bersifat lunak dan juga fleksibel, namun sesudah dikukus menjadi keras serta kuat. Mie yang dihasilkan dalam proses ini disebut mie basah, biasa dijual dipasar-pasar tradisional dan supermarket, juga dipakai di usaha sotomie atau mie bakso.

5. Tahap Penggorengan Mie

Tahap penggorengan mie dilakukan memakai minyak dengan suhu 140 - 150 ᵒC selama 60 - 120 detik. Tujuannya supaya kadar air munurun hingga hanya 3-5%, temperatur minyak yang tinggi membuat air menguap dengan cepat serta menghasilkan pori-pori permukaan mie halus. Teknik penggorengan mie biasanya dipakai dalam pembuatan mie kering (mie telor), sedangkan untuk idustri mie instan biasanya pengeringan mie memakai oven bersuhu 60 ᵒC sebagai ganti tahap penggorengan.

6. Tahap Penirisan Mie

Sesudah mie digoreng, mie ditiriskan hingga suhu 40 oC dengan kipas angin yang kuat pada rel berjalan. Tahap ini bertujuan supaya minyak memadat dan menempel pada mie. Ini juga membuat tekstur mie semakin keras. Penirisan mesti dilakukan sempurna, sebab bila uap air berkondensasi bakal menyebabkan tumbuhnya jamur.

Tepung yang biasa dipakai guna membuat adonan mie tidak sembarangan. Biasanya tepung terigu medium hingga hard dengan kandungan protein 10-11% atau 12-13%. Dengan memakai tepung terigu dari jenis protein sedang, waktu yang diperlukan dalam tahap pengadukan dan penggilingan tidak terlalu lama bila dibandingkan dengan jenis tepung lain. Untuk melihat resep mie, bisa lihat di Resep Cara Membuat Mie Skala Industri Rumah Tangga UKM. Sedangkan untuk melihat bahan-bahan mie dan jenis mie, lihat di Jenis-jenis mie dan bahan mie.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!