Peluang Usaha Dorayaki

peluang usaha

User Rating: / 10
PoorBest 
Peluang Usaha Dorayaki - 4.8 out of 5 based on 10 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Peluang Usaha Dorayaki

Peluang Usaha Dorayaki
Dorayaki awalnya berasal dari Jepang, dorayaki adalah makanan khas traditional jepang ( wagashi ). Berbentuk bundar sedikit tembam, terdiri atas dua lembar kue yang di rekatkan dengan selai kacang merah. Dorayaki mempunyai tekstur yang lembut sebab pada adonannya mengandung madu, di Indonesia dorayaki di jual dengan berbagai kreasi rasa yang di sesuaikan dengan selera orang Indonesia. Selain berisi selai kacang merah, disini ada juga dorayaki memakai selai coklat, kacang hijau, keju dan dorayaki pisang susu serta berbagai paduan rasa lainnya. Dorayaki biasa juga di sebut dengan Obanyaki di beberapa daerah.

Deskripsi Usaha Dorayaki


Bahan Baku Dorayaki
Tepung terigu dan telur merupakan bahan baku utama usaha kecil dorayaki, gunakan tepung terigu protein rendah dan telur ayam. Untuk selai anda bisa membelinya yang sudah jadi, tapi jika memungkinkan anda juga dapat membuat sendiri selai untuk dorayaki. Selai buatan sendiri pada umumnya lebih enak dan terjamin namun harus di perhitungkan ongkos produksinya yang bisa lebih mahal dari selai buatan pabrik.

Tempat Usaha
Penggemar dorayaki pada umumnya adalah kalangan anak anak dan remaja, walaupun tidak jarang banyak juga orang dewasa yang menyukainya. Oleh karenanya pilihlah lokasi tempat anak anak dan remaja berkumpul seperti sekolah, kampus, tempat kursus atau tempat keramaian lain yang menjadi tempat berkumpulnya anak anak dan remaja. Lakukanlah survei terlebih dahulu di sekitar lokasi pilihan anda.

Perlengkapan usaha
Perlengkanan usaha dorayaki cukup sederhana, anda hanya memerlukan gerobak atau etalase, kompor dan tabung gas serta wajan anti lengket cetakan dorayaki, bagi anda yang ingin berjualan dorayaki di pusat perbelanjaan atau mal anda dapat mengganti kompor dan tabung gas dengan kompor listrik dan sebuah etalase kecil saja untuk memajang dorayaki.

Perlengkapan Usaha         
Harga -  Rp
Gerobak atau etalase
1.500.000 - 2.000.000
Kompor dan tabung gas
200.000 - 300.000
Wajan cetakan anti lengket 100.000 - 200.000
Aneka toples kecil  
50.000 - 100.000

Perlengkapan Usaha                            Harga - Rp
Gerobak atau etalase                                1.500.000 - 2.000.000
Kompor dan tabung gas                             200.000 - 300.000
Wajan cetakan anti lengket                             100.000 - 200.000
Aneka toples kecil                                           50.000 - 100.000

Karyawan
Anda tidak membutuhkan karyawan untuk usaha modal kecil dorayaki, terkecuali anda tidak dapat memegang sendiri usaha anda karena kesibukan lain. Anda dapat memperkerjakan seorang karyawan untuk menjalankan usaha dorayaki ini, latihlah terlebih dahulu karyawan anda terutama dalam membuat adonan dorayaki.

Promosi
Karena dorayaki bukan makanan utama maka promosi mesti di lakukan untuk mengenalkan usaha anda, pasanglah spanduk besar dan mudah terbaca di sekitar tempat usaha anda. Sertakan gambar dorayaki yang menarik berikut menu dorayaki yang anda jual.

Harga Jual Dorayaki
Dorayaki bisa anda jual dengan harga Rp 2.000 - Rp 3.000, walau begitu lokasi berjualan anda dapat menentukan harga jual dorayaki

Resiko Usaha

Pada umumnya kegagalan peluang usaha dorayaki di karenakan kesalahan dalam memilih tempat usaha, setelah di buka ternyata sepi dari anak anak dan remaja. Lakukanlah survei terlebih dahulu sebelum memulai usaha dorayaki. Ikutilah event event yang berbau Jepang yang umumnya ramai di ikuti anak anak dan remaja seperti cosplay atau anime dan game, anda dapat menghubungi pihak panitia untuk ikut berpartisipasi. dengan demikian anak anak dan remaja ini akan mengenal dorayaki anda dan suatu saat dapat mencari ke tempat anda berjualan.

 

Resep Dorayaki Pisang Susu

kursus

User Rating: / 2
PoorBest 
Resep Dorayaki Pisang Susu - 5.0 out of 5 based on 2 votes

Resep Dorayaki Pisang Susu

Resep Dorayaki Pisang Susu,dorayaki,resep dorayaki
Dorayaki adalah makanan khas Jepang yang populer di Indonesia berkat serial anak Doraemon, di ceritakan doraemon sang kucing robot dari masa depan sangat menyukai kue dorayaki ini. Kue dorayaki sendiri berbentuk pipih bulat, pada umumnya kue dorayaki terdiri dari dua keping kue dan di bagian tengah di berikan isian seperti kacang merah, coklat, keju dan lainnya. Walau begitu, ada juga kue dorayaki yang terdiri hanya satu keping saja sedangkan isiannya berada di dalam dorayaki. Resep dorayaki amatlah beragam, hal ini tergantung isian yang kita inginkan, isian dorayaki pada umumnya memiliki rasa manis, walau begitu isian gurih seperti daging ayam, keju dan lainnya dapat anda kreasikan pada dorayaki buatan anda. Berikut resep dorayaki pisang susu yang lezat yang bisa anda buat dengan mudah untuk orang tercinta anda.

Bahan Dorayaki Pisang Susu


8 butir telur
100 gr gula pasir
100 gr sirup pisang susu
1/2  sdt garam
500 gr tepung terigu protein sedang
2 sdt baking powder
300 mililiter air


Bahan Isian Dorayaki Pisang Susu :

200 gr selai cokelat
100 gr pisang susu yang di potong dadu kecil

Cara Membuat Dorayaki Pisang Susu :


Kocok telur, gula pasir, sirup pisang susu, dan garam sampai kental. Tambahkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata bergantian dengan sir sedikit-sedikit sambil dikocok perlahan.
Panaskan pan dadar. Tuang 1 sendok makan adonan. Biarkan mengembang. Balik adonan. Sisihkan.
Ambil selembar dorayaki. Olesi dengan isian yang telah di aduk. Tutup lagi dengan dorayaki.


Untuk 24 buah

Dorayaki selain bisa anda sajikan untuk keluarga tercinta bisa juga anda jadikan peluang usaha dorayaki yang menggiurkan karena penggemar dorayaki di Indonesia mulai meningkat sedangkan penjual dorayaki masihlah sedikit. Selamat mencoba Resep Dorayaki Pisang Susu ini

   

Peluang Usaha Cireng Isi

peluang usaha

User Rating: / 8
PoorBest 
Peluang Usaha Cireng Isi - 4.6 out of 5 based on 8 votes

Peluang Usaha Cireng Isi

Peluang Usaha Cireng Isi
Cireng isi artinya aci yang di goreng yang di isi dengan aneka rasa, aci adalah tepung tapioka atau tepung kanji yang di ambil dalam bahasa sunda sebagaimana makanan khas ini berasal. Cireng pada awalnya menjadi makanan khas Priaman Bandung Jawa Barat, saat itu cireng tidak memiliki isi apapun sehingga masyarakat mulai jenuh dan mulai melupakannya. Tapi, berkat inovasi yang di lakukan pada cireng dengan memberikan rasa yang variatif  'martabat' cireng kembali terangkat. Muncullah cireng generasi baru dengan yang membangkitkan animo masyarakat, Varian cireng isi baru sedang di sukai dengan varian cireng isi sosis, cireng isi keju, cireng isi ayam, cireng isi kornet, cireng isi bakso dan berbagai macam varian lainnya.

Deskripsi Usaha Cireng Isi


Bahan Baku Usaha Cireng Isi
Bahan baku membuat cireng isi adalah tepung tapioka dan tepung terigu, sedangkan untuk isiannya tergantung varian cireng isi yang di buat seperti bakso, ayam, kornet, sosis, keju dan aneka kreasi rasa lainnya yang dapat anda buat.

Tempat Usaha Cireng Isi

Tempat yang cocok adalah pinggiran jalan raya yang ramai berlalu lalang, dekat sekolah atau kampus dan tempat di mana banyak berkumpulnya orang. Cireng isi bukanlah makanan pokok jadi targetnya adalah orang yang suka jajan atau mereka yang suka ngemil sebelum dan setelah makan.

Perlengkapan Usaha Cireng Isi

Usaha cireng isi memerlukan perlengkapan usaha yang sederhana saja dan umumnya sudah di miliki oleh rumah tangga, mungkin hanya gerobak atau etalase yang perlu anda tambahkan. Bila anda membuka usaha di depan rumah sebagai usaha rumahan, maka gerobak atau etalase dapat anda ganti dengan meja, yang terpenting adalah dapat memajang cireng isi jualan anda. Perlengkapan lain adalah peralatan memasak, berbagai macam wadah plastik untuk menaruh bumbu dan isian cireng maupun kantong plastik/kertas untuk membungkus cireng isi yang di beli.

Perlengkapan 
Harga - Rp
Gerobak atau Etalase 
1.500.000 - 2.000.000
Kompor dan tabung gas 200.000 - 300.000
Penggorengan dan Spatula 
100.000 - 200.000
Wadah plastik berbagai ukuran              
50.000 - 100.000
Kantong kertas atau plastik 20.000 - 30.000
Peralatan memasak lainnya
20.000 - 50.000


Karyawan
Usaha ini tidak memerlukan karyawan, terkecuali bagi anda yang ingin membuka beberapa cabang sekaligus atau meiliki kesibukan lain sehingga tidak dapat mengelola secara langsung usaha kecil anda. Anda dapat memperkerjakan karyawan sebagai penjual , sedangkan untuk membuat cireng isi anda sendirilah yang turun tangan untuk menjaga kwalitas cireng isi anda.

Promosi Usaha Cireng Isi
Promosi usaha cireng isi biasanya terjadi dari mulut ke mulut dengan sendirinya, kecuali anda memutuskan untuk membuka outlet khusus cireng isi yang cukup besar seperti di pusat perbelanjaan. Anda dapat membuat banner besar di tempat usaha, anda juga dapat meyebarkan brosur untuk usaha anda. Beri cireng isi anda dengan nama yang unik dan mudah di ingat.

Harga Cireng Isi
Harga cireng isi biasanya sekitar Rp 1.000 - Rp 5.000 tergantung isian dan kwalitas cireng isi anda dan juga lokasi jualan anda. Sedangkan untuk cireng tanpa isi biasa di jual dengan harga hanya Rp 500 saja.

Resiko Usaha
Penetapan harga dapat mempengaruhi jalannya usaha anda, bila mungkin. Patoklah harga cireng isi anda di bawah harga atau minimal sama dengan penjual cireng isi lain di sekitar usaha anda, walau begitu kwalitas tetap harus di utamakan.

Peluang usaha cireng isi ini bisa anda lakukan di manapun baik sekala besar maupun kecil, tawarkan aneka isian cireng yang lebih variatif dengan rasa dan ciri khas yang di jaga.

   

Budidaya Apel

pelatihan pertanian

User Rating: / 13
PoorBest 
Budidaya Apel - 4.2 out of 5 based on 13 votes

Budidaya Apel

budidaya bertanam apel

1. Asal usul tanaman Apel

Apel adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat yang memiliki iklim sub tropis. Di Indonesia apel sudah ditanam sejak tahun 1934 sampai sekarang.

Menurut Silsilah, tanaman apel termasuk dalam:
Divisio       : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Klas            : Dicotyledonae
Ordo           : Rosales
Famili          : Rosaceae
Genus         : Malus
Spesies       : Malus sylvestris Mill
Dari spesies Malus sylvestris Mill inilah, berasal beragam varietas yang memiliki ciri khas tersendiri. Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty, Manalagi, Anna, Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo.

2. Manfaat tanaman apel

Buah Apel mengandung banyak vitamin C dan B yang di butuhkan tubuh. Apel juga kerap dijadikan pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi.

3. Pusat penanaman

Pusat penanaman apel di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Sentra produksi apel adalah di Malang ( Batu dan Poncokusumo ) dan Pasuruan (Nongkojajar), Jawa timur. Di sini apel telah diupayakan sejak tahun 1950, dan berkembang pesat pada tahun 1960 sampai saat ini. Selain itu daerah lain yang
banyak ditanami apel adalah Jawa Timur ( Kayumas - Situbondo, Banyuwangi ), Jawa Tengah ( Tawangmangu ), Bali ( Buleleng dan Tabanan ), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Sedangkan pusat budidaya apel dunia berada di Eropa, Amerika, dan Australia.

4. Syarat tumbuh tanaman apel

a. Iklim
1) Curah hujan yang ideal adalah 1.000-2.600 mm / tahun dengan hari hujan 110-150 hari / tahun. Dalam satu tahun banyaknya bulan basah mencapai 6 - 7 bulan sedangkan bulan kering 3 - 4 bulan. Curah hujan yang tinggi saat berbunga dapat menyebabkan bunga gugur hingga tidak bisa jadi buah.
2) Tanaman apel butuh cahaya matahari yang cukup antara 50 - 60% setiap hari, terutama disaat pembungaan.
3) Suhu yang sesuai untuk apel berkisar antara 16 - 27 derajat C.
4) Kelembaban udara yang dibutuhkan tanaman apel berkisar 75 - 85%.
b. Media Tanam
1) Tanaman apel dapat tumbuh baik pada tanah yang bersolum dalam, memiliki lapisan organik tinggi, serta struktur tanahnya remah serta gembur, memiliki aerasi, penyerapan air dan porositas baik, hingga pertukaran oksigen, pergerakan hara serta kemampuan menyimpanan airnya optimal.
2) Tanah yang cocok adalah Latosol, Andosol serta Regosol.
3) Tingkat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6 - 7 serta kandungan air tanah yang dibutuhkan selalu tersedia.
4) Pada pertumbuhannya tanaman apel memerlukan kandungan air tanah yang cukup.
5) Keiringan yang sangat tajam dapat menyulitkan perawatan tanaman, sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih dapat ditanami.
c. Ketinggian Tempat
Tanaman apel bisa tumbuh serta berbuah baik pada ketinggian 700 - 1200 meter dari permukaan laut ( m dpl ), dan dengan ketinggian optimal 1000 - 1200 m dpl.

5. Cara Budidaya Apel


A. Pembibitan
Pembiakan bibit tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. Pembiakan yang baik yang umumnya  dilakukan adalah pembiakan vegetatif, sebab pembiakan generatif memakan waktu lama serta sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya. Teknik pembiakan generatif dilakukan dengan biji, sedangkan pembiakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan /budding, sambungan / grafting dan stek. Ada baiknya anda mengikuti pelatihan pertanian untuk melakukan pebibitan apel.
1) Persyaratan Benih
Syarat batang bawah : adalah apel liar, perakaran luas serta kuat, bentuk pohon kokoh, memiliki daya adaptasi tinggi. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat serta memilki sifat - sifat unggul.
2) Penyiapan Benih
Penyiapan benih dilakukan dengan cara pembiakan batang bawah dengan langkah - langkah sebagai berikut:
a) Anak-an / siwilan
1. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 centimeter , diameter 0,5 centimeter serta kulit batang kecoklatan.
2. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon, lalu anakan dicabut beserta akarnya secara perlahan - lahan dan hati - hati.
3. Sesudah anakan dicabut, anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong, lalu ditanam pada bedengan selebar 60 centimeter  dengan kedalaman parit 40 centimeter .
b) Rundukan (layering)
1. Bibit hasil rundukan bisa didapat dengan dua cara yakni:
- Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah, kemudian cabang dijepit kayu serta ditimbun tanah, penimbunan dilakukan tiap 2 mata, jika telah cukup kuat, tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya.
- Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah, sekitar 2 centimeter diatas tempelan, bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah lalu ditekuk lagi keatas. Di tekukan diberi penjepit kayu atau bambu.
2. Sesudah rundukan berumur sekitar 4 bulan, dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. Bekas luka diolesi defolatan.
c) Stek
Stek apel liar memiliki panjang 15 - 20 centimeter  ( diameter seragam dan lurus), sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F agar merangsang pertumbuhan akar. Jarak penanaman 30 x 25 centimeter , setiap bedengan ditanami dua baris. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan, diameter batang ± 1centimeter serta perakaran sudah cukup kuat.
3) Teknik Pembibitan
a) Penempelan
1. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yakni sudah berumur 5 bulan, diameter batang ± 1 centimeter serta kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu.
2. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). lalu lapisan kayu dibuang dengan hati-hati agar matanya tidak rusak
3. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 centimeter dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. Lidah tersebut diungkit dari kayunya serta dipotong setengahnya.
4. Masukkan mata tempel pada dalam lidah batang bawah hingga menempel dengan baik. Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan.
5. Sesudah 2 - 3 minggu, ikatan tempelan bisa dibuka serta semprot / kompres menggunakan ZPT. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar serta melekat.
6. Pada okulasi yang jadi, kerat batang sekitar 2 centimeter diatas okulasi dengan posisi melintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang.
Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan hingga memacu pertumbuhan mata tunas.
b) Penyambungan
1. Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral).
2. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 centimeter dari leher akar.
3. Potong pucuknya serta belah bagian tengah batang bawah dengan panjang 2 - 5 centimeter.
4. Cabang entres dipotong se panjang ± 15 centimeter  (± 3 mata), daunnya dibuang, kemudian pangkal batang atas di iris berbentuk baji. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah.
5. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah, hingga kambium keduanya dapat bertemu.
6. Ikat sambungan menggunakan tali plastik serapat mungkin.
7. Kerudungi setiap sambungan menggunakan kantung plastik. Sesudah berumur 2 - 3 minggu, kerudung plastik bisa dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan.
4) Pemelihara an pembibitan
Pemeliharaan batang bawah meliputi
a) Pemupukan: dilakukan 1 - 2 bulan sekali menggunakan urea serta TSP masing - masing 5 gr per tanaman ditugalkan /disebar mengelilingi  sekitar tanaman.
b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan)
d) Pemberantasan hama serta penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali setiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan. Fungisida yang digunakan adalah Antracol dan Dithane, sedangkan insektisida adalah Supracide dan Decis.
Bersama dengan itu bisa juga diberikan pupuk daun, ditambah perekat Agristic.
5) Pemindahan Bibit
Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) bisa dipindahkan ke media tanam saat umur minimal 6 bulan setelah okulasi, dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes.

B. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Persiapan yang diperlukan merupakan persiapan pengolahan tanah serta pelaksanaan survei. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman, kemiringan tanah, keadaan tanah, menentukan kebutuhan tenaga kerja, bahan paralatan serta biaya yang diperlukan.
2) Pembukaan Lahan
Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa - sisa tanaman yang masih tertinggal.
3) Pembentukan Bedengan
Pada tanaman apel bedeng hampir tidak dibutuhkan, tetapi hanya peninggian alur penanaman.
4) Pengapuran
Pengapuran bertujuan agar menjaga keseimbangan pH tanah. Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6.
5) Pemupukan
Pupuk yang digunakan saat pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kilogram per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah, setelah itu dibiarkan selama 2 minggu.

C. Teknik Penanaman
1) Penentu-an Pola Tanam
Tanaman apel bisa ditanam secara monokultur maupun intercroping. Intercroping hanya bisa dilakukan bila tanah belum tertutup tajuk - tajuk daun atau sebelum 2 tahun. Tapi pada saat itu, sesudah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah, misalnya cabai, bawang dan lainnya. Tanaman apel tidak bisa ditanam pada jarak yang terlalu rapat sebab akan menjadi sangat rimbun dan akan menyebabkan kelembaban tinggi, sirkulasi udara kurang, sinar matahari terhambat dan meningkatnya pertumbuhan penyakit. Jarak tanam yang ideal bagi tanaman apel tergantung varietas. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3.5 x 3.5 meter, sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2.5-3 meter.
2. Pem buatan Lubang Tanam
Ukuran lubang tanam adalah 50 x 50 x 50 centimeter  sampai 1 x 1 x 1 meter. Tanah atas serta tanah bawah dipisahkan, masing - masing dicampur pupuk kandang sekurang kurangnya 20 kilogram. Sesudah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu, serta menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya.
3. Cara Penanaman
Penanaman apel dapat dilakukan pada musim penghujan maupun kemarau (di sawah). Pada lahan tegal dianjurkan pada musim hujan.
Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut:
a. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam.
b. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatur perakarannya agar menyebar.
c. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang.
d. Jika seluruh tanah telah masuk, tanah ditekan - tekan secara perlahan menggunakan tangan supaya bibit tertanam kuat dan lurus. Untuk menahan angin, bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar.

D. Pemeliharaan Tanaman
1 Penjarangan serta penyulaman
Penjarangan tanaman tidak di perlukan, tapi penyulaman diperlukan bagi tanaman yang mati atau dimatikan karena tidak menghasilkan menggunakan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan.
2 Penyiangan
Penyiangan dilakukan hanya jika disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap bisa mengganggu tanaman. Di kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3×3 m), penyiangan hampir tidak di butuhkan sebab tajuk daun menutupi permukaan tanah hingga ilalang  tidak dapat tumbuh.
3 Pembubunan
Penyiangan umumnya diikuti dengan pembubunan tanah. Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman supaya tidak tergenang air serta juga untuk menggemburkan tanah. Pembubunan biasanya dilakukan pasca panen atau bersamaan dengan pemupukan.
4 Perempalan / Pemangkasan
Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 centimeter, tunas yang tumbuh di bawah 60 centimeter, tunas - tunas ujung beberapa ruas dari pucuk, 4 - 6  mata serta bekas tangkai buah, knop yang tidak subur, cabang yang berpenyakit serta tidak produkrif, cabang yang menyulitkan pelengkungan, ranting atau daun yang menutupi buah. Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan hingga didapat bentuk yang diinginkan ( 4 - 5 tahun ).
5 Pemupukan
a) Pada musim hujan/tanah sawah
1. Bersamaan rompes daun

6. Hama dan Penyakit


1. Hama
1) Kutu hijau (Aphis pomi Geer)
Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan, antena pendek, panjang tubuh 1,8 mm, ada yang bersayap ada pula yang tidak; panjang sayap 1,7 mm berwarna hitam; perkembangbiakan sangat cepat, telur bisa menetas dalam 3 - 4 hari. Gejala: (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan sel sel
daun secara berkelompok dipermukaan daun muda, terutama ujung tunas muda, tangkai cabang, bunga, serta buah, (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga), daun berubah bentuk, mengkerut, leriting, terlambat berbunga, buah - buah muda gugur, jika tidak mutu buahpun jelek. Pengendalian: (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat); (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa, (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc / liter air atau 1-1,6 liter; (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali; (5) Convidor 200 SL (b.a. Imidakloprid) dosis 0,125-0,250 cc/liter air; (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/h air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya; cara penyemprotan dari atas ke bawah. Penyemprotan dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan serta dilanjutkan 1-1,5 bulan setelah
bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen.
2) Tungau, Spinder mite, cambuk merah (panonychus Ulmi)
Ciri: berwarna merah tua, dan panjang 0,6 mm. Gejala: (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun; (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning, buram, cokelat, dan mengering; (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat. Pengendalian: (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa; (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu.
3) Trips
Ciri: berukuran kecil dengan panjang 1mm; nimfa berwarna putih kekuningkuningan; dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman; bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar. Gejala: (1) menjerang daun, kuncup/tunas, dan buah yang masih sangat muda; (2) pada daun terlihat berbintikbintik
putih, kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal; (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk
terlalu rapat; (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.a. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b.a. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas, berbunga, dan pembentukan buah.
4) Ulat daun (Spodoptera litura)
Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran, meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda. Gejala: menyerang daun, mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun; (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos).
5) Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp)
Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah, sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih. Serabgga berukuran kecil. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8mm. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum. Gejala : menyerang pada pagi, sore atau pada saat keadaan berawan; menyerang daun muda, tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel; daun yang terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris; tunas yang terserang menjadi coklat, kering dan akhirnya mati; serangan pada buah
menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat, nekrose, dan apabila buah membesar, bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun. Pengendalian : (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah. (2) Penyemprotan dengan insektisida seperti
Lannate 25 WP (b.a. Metomyl), Baycarb 500 EC (b.a. BPMC), yang dilakukan pada sore atau pagi hari.
6) Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker)
Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala. Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. Panjang larva 50 mm. Gejala : menyerang daun tua dan muda; tanaman yang terserang tinggal tulang daundaunnya dengan kerusakan 30%; pada siang hari larva bersembunyi di balik daun. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur yang biasanya diletakkan pada daun; (2) penyemprotan insektisida seperti : Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos) dan Matador 25 EC.
7) Lalat buah (Rhagoletis Pomonella)
Ciri: larva tidak berkaki, setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah. Warna lalat hitam, kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. Gejala: bentuk buah menjadi jelek, terlihat benjol-benjol. Pengendalian: (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC; (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0,1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina, maka jantan tertarik dan menhisap kapas.

2. Penyakit
1) Penyakit embun tepung (Powdery Mildew)
Penyebab : Padosphaera leucotich Salm. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp. Gejala: (1) pada daun atas tampak putih, tunas tidak normal, kerdil dan tidak berbuah; (2) pada buah berwarna coklat, berkutil coklat. Pengendalian: (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar; (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2,5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0,5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1,5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari.
2) Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J.J. Davis)
Gejala : pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur, berwarna coklat, permukaan atas timbul titik hitam, dimulai dari daun tua, daun muda hingga seluruh bagian gugur. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat, bagian yang terserang dibuang dan dibakar; (2) disemprot
fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air, dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air, Henlate 0,5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.
3) Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br)
Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun, menghilangkan bagian tanaman yang sakit.
4) Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp.)
Gejala : menyerang batang/cabang (busuk, warna coklat kehitaman, terkadang mengeluarkan cairan), dan buah (becak kecil warna cokelat muda, busuk, mengelembung, berair dan warna buah pucat. Pengendalian : (1) tidak memanen buah terlalu masak; (2) mengurangi kelembapan kebun; (3) membuang bagian yang sakit; (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz; (5) disemprot Benomyl 0,5 gram/liter air, Antracol 70 WP 2 gram/liter air.
5) Busuk buah (Gloeosporium Sp.)
Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. Pengendalian : tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0,5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.
6) Busuk akar (Armilliaria Melea)
Gejala : menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah, ditandai dengan layu daun, gugur, dan kulit akar membusuk. Pengendalian: dengan eradifikasi, yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya, bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun.

7. Panen


1. Ciri dan Umur Panen
Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar, tergantung pada varietas dan iklim. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi, pada musim hujan dan tempat lebih tinggi, umur buah lebih panjang. Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening), yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal, aroma mulai terasa, warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres.

2. Cara Panen
Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun.

3. Periode Panen
Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan.

4. Prakiraan Produksi
Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas, secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon.

8. Pasca Panen


1. Pengumpulan
Setelah dipetik, apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar, lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi.

2. Penyortiran dan Penggolongan
Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit, agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas, ukuran dan kualitas buah.

3. Penyimpanan
Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain, misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127- 141 hari). Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan), harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2,2 derajat C.

4. Pengemasan dan Transportasi
Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak). Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah.

Sumber

epetani departemen pertanian

   

Meraup Ratusan Juta Dari Cireng Isi

wirausaha

User Rating: / 11
PoorBest 
Meraup Ratusan Juta Dari Cireng Isi - 4.5 out of 5 based on 11 votes

Meraup Ratusan Juta Dari Cireng Isi

Wirausaha Cireng Isi

Pastinya siapapun sudah mengenal cireng isi, anda mungkin sudah mencicipinya entah dari para pedagang atau membuat sendiri. Penganan asal Bandung Jawa Barat ini terbuat dari tepung ketela atau tepung aci yang di isi berbagai isian yang menggugah selera. Warnanya yang putih dan agak liat saat di kunyah akan terasa lezat saat di makan selagi hangat, bila sudah dingin maka cireng akan sedikit lebih alot dan keras.

Bila selama ini, anda mungkin saja hanya mengenal aci goreng ini sebagai makanan tradisional yang kerap dijual  oleh tukang gorengan di pinggiran jalan. Meskipun demikian, janganlah sekalipun Anda memandang remeh kudapan tradisional ini. Seorang wirausaha di daerah Jakarta Selatan berhasil mengubah stigma cireng sebagai penganan murahan. Di tangannya, cireng isi sudah menjadi mesin uang yang handal.

Wirausaha ini bernama Yusuf Setiady. Kendatipun baru 6 bulan menggeluti dunia bisnis cireng isi, pencapaian Yusuf sungguh luar biasa cemerlang. Saat ini, setiap bulan dia mampu meraih omzet hingga Rp 120 juta. "Laba saya sekitar 20 persen," klaim Yusuf.

Kunci utama keberhasilan yusuf adalah keberaniannya dalam menciptakan inovasi. Yusuf membuat produk cireng dengan berbagai aneka isi. Misalkan, dia membuat cireng isi keju, cireng isi oncom, cireng isi daging sapi, cireng isi daging ayam, cireng isi kacang hijau dan cireng isi sosis. Terobosan lainnya, dia tidak hanya menjajakan cireng dalam keadaan matang, tapi juga menjual cireng isi siap goreng ke konsumen.

Meskipun saat ini banyak produk cireng yang beredar di pasaran, Yusuf mengklaim cireng hasil kreasinya mempunyai kekhasan tersendiri, yaitu lebih renyah serta tidak terlalu liat saat digigit. "Itu, karena saya memakai aci mendoan," kata Yusuf membuka rahasia isi dapurnya.

Yusuf membangun usaha cireng isi ini bersama 5 orang temannya yang berasal dari Jakarta dan Bandung. Sebelumnya, hampir 11 tahun mereka berbisnis tahu. "Modal awal bisnis cireng ini hanya Rp 100.000," ujar pria 39 tahun ini.

Saat ini belum ada merek yang melekat pada produk cireng isi Yusuf. Dia hanya memanggilnya Cireng Aneka Rasa. Yusuf menjual cireng isi berdiameter sekitar tujuh cm ini didalam kemasan plastik. Satu plastik berisi 10 buah cireng isi dengan lima rasa. Jadi, didalam satu kemasan, ada dua buah cireng isi yang memiliki rasa sama. "Harga jual di konsumen Rp 5.000 - Rp 6.000 per bungkus," kata Yusuf.

Dia memproduksi cireng ini di daerah Cibuntu, Bandung, tempat dahulu dia memproduksi tahu. Tidak kurang, ada 20 orang karyawan yang membantu Yusuf membuat cireng dan tahu. Tapi, Yusuf sendiri lebih banyak menangani pemasaran. Sejauh ini, produknya sudah tersebar didaerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kapasitas produksi usaha Yusuf tergolong besar. Bayangkan saja, Yusuf setidaknya mendatangkan cireng dari Bandung sebanyak tiga kali dalam seminggu. Setiap kali datang, kiriman cireng itu mencapai 50 boks yang masing - masing berisikan 50 bungkus cireng. "Pengiriman setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu," kata pria kelahiran Cianjur ini.

Sesudah sampai di Jakarta, Yusuf menyebarkan ribuan bungkus cireng isi tersebut kepada sekitar 30 agen penjualannya. Agen lalu menjual lagi kepada pelanggan mereka serta menawarkan ke beberapa komples perumahan.

Melihat usahanya yang maju pesat, suami dari Nurjanah ini mengaku sangat optimis. Yusuf sudah mengambil ancang - ancang untuk mengembangkan bisnisnya. Di antaranya dia akan memasang merek dan mengejar pengesahan status kelayakan produk - izin P-IRT dari Departemen Kesehatan.

Yusuf juga ingin menjual cireng isi dengan sistem gerobak di pinggir jalan. Dengan cara ini, ia berharap penjualannya bisa lebih cepat meningkat. Saat ini, Yusuf sudah menyiapkan tiga gerobak. Nantinya, wirausaha cireng isi ini juga ingin menjajal sistem kemitraan. "Saya akan mencoba bikin master (kemitraan) dulu," ujarnya.
(Di review dari Anastasia Lilin Yuliantina/Kontan - http://ukmkecil.com)

   

Page 59 of 76

<< Start < Prev 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Next > End >>