Cara Budidaya Udang Windu Air Tawar

Budidaya Ternak

User Rating: / 6
PoorBest 
Cara Budidaya Udang Windu Air Tawar - 5.0 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Cara Budidaya Udang Windu Air Tawar

cara budidaya udang windu air tawar
Udang windu biasanya di budidayakan di pinggiran pantai dengan air laut/payau. Namun saat ini, udang windu juga sudah bisa dibudidayakan di kolam air tawar. Cara budidaya udang windu air tawar cukup mudah, disamping itu budidaya udang windu masih sangat menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Terlebih lagi dengan semakin terbatasnya udang windu hasil tangkapan nelayan, membuat harga udang windu semakin menguntungkan.

Hal yang paling penting dalam usaha budidaya udang windu air tawar adalah pemilihan lokasi kolam. Kita tidak bisa sembarangan memilih lokasi budidaya udang windu air tawar ini, sebab nantinya akan memiliki dampak terhadap budidaya udang windu kita yang tidak maksimal. Tempat budidaya udang windu air tawar yang sesuai dan dianjurkan adalah sebagai berikut.


Lokasi yang cocok untuk budidaya udang windu air tawar.

 

  1. Jenis perairan yang umumnya dikehendaki oleh udang adalah air payau atau air tawar, tergantung jenis udang yang dipelihara. Wilayah yang paling cocok untuk pertambakan udang adalah wilayah pasang surut dengan fluktuasi pasang surut 2-3 meter.
  2. Daerah sepanjang pantai, sekitar 50 meter dari bibir pantai dan beberapa meter diatas permukaan air laut pasang. Memiliki suhu rata-rata 26-28 derajat C.
  3. Jenis tanah yang ideal untuk tambak udang adalah yang bertekstur liat atau tanah liat berpasir, tanah jenis ini bisa menahan air. Tanah jenis ini juga cukup mudah dipadatkan dan tidak pecah-pecah.
  4. Dasar tanah memiliki tekstur yang terdiri dari lumpur liat berdebu atau lumpur berpasir, dengan kandungan pasir tidak melebihi dari 20%. Tanah tidak boleh porous (ngrokos).
  5. Parameter fisik kolam tambak udang : Suhu atau temperatur = 26-30 derajat C; kadar garam atau salinitas = 0- 35 permil dan optimal = 10-30 permil; kecerahan air = 25-30 cm (diukur dengan secchi disk)
  6. Parameter kimia kolam tambak udang : pH = 7,5-8,5; DO = 4-8 mg/liter; Amonia (NH3) <>


Sedangkan untuk budidaya udang windu air tawar memiliki beberap syarat tambahan yang mesti dipenuhi supaya dapat hasil budidaya yang maksimal.

  1. Kolam pertambakan tahan terhadap damparan ombak besar, angin kencang dan banjir. Jarak minimum pertambakan dari pantai adalah 50 meter atau minimum 50 meter dari bantaran sungai.
  2. Lingkungan kolam serta airnya mesti cukup baik untuk kehidupan udang, hingga udang bisa tumbuh normal sejak ditebarkan hingga dipanen.
  3. Tanggul mesti padat serta kuat, tidak bocor atau merembes dan tahan terhadap erosi air.
  4. Desain tambak semti sesuai dan mudah untuk operasi sehari-hari, hingga menghemat tenaga.
  5. Sesuaikan dengan daya dukung lahan yang tersedia.
  6. Menjaga kebersihan dan kesehatan hasil produksinya.
  7. Saluran pemasuk air terpisah dengan pembuangan air.


Lokasi budidaya udang windu air tawar yang dianjurkan sudah ditentukan dan syarat sudah mencukupi, selanjutnya tinggal menyiapkan benih udang windu air tawar untuk dibudidayakan. Benur atau benih udang windu dapat diperoleh di tempat pembenihan (Hatchery) atau dari alam.

Ada dua macam golongan benih udang windu (benur) menurut ukurannya, yakni :
1. Benih yang masih halus, yang disebut post larva.
Benih ini biasanya berada di tepi-tepi pantai. Hidup-nya bersifat pelagis, yaitu berenang dekat permukaan air. Warna coklat kemerahan. Panjang antara 9-15 mm. Cucuk kepala lurus atau sedikit melengkung seperti huruf S dengan bentuk keseluruhan seperti jet. Ekornya membentang seperti kipas.
2. Benih udang windu yang sudah besar atau benih kasar yang disebut juvenil.
Benih ini umumnya sudah memasuki muara sungai atau terusan. Hidupnya bersifat benthis, yakni suka berdiam dekat dasar perairan atau kadang menempel pada benda yang terendam air. Sungutnya berbelang-belang selang-seling coklat dan putih atau putih dan hijau kebiruan. Badannya berwarna biru kehijauan atau kecoklatan sampai kehitaman. Pangkal kaki renang berbelang-belang kuning biru.

Perlakuan dan Perawatan Benih

1. Cara Pendederan atau pengipukkan benur di kolam pengipukan

  • Kolam terbuat dari daun kelapa atau daun nipah, agar benur yang masih lemah terlindung dari terik matahari atau hujan.
  • Benur yang baru datang, diaklitimasikan terlebih dahulu.
  • Kolam memiliki kepadatan tebar 1000-3000 ekor.
  • Pakan utama berupa campuran telur ayam rebus serta daging udang atau ikan yang dihaluskan.
  • Pakan tambahan bisa diberikan pellet udang yang dihaluskan, atau pellet udang khusus benih.
  • Pemberian pelet dilakukan sebanyak 10-20 % kali jumlah berat benih udang per hari dan diberikan pada sore hari.


2. Cara Pengipukan di dalam Hapa

  • Hapa merupakan kotak yang dibuat dari jaring nilon dengan mata jaring 3-5 mm supaya benur tidak bisa lolos.
  • Ukuran hapa bisa disesuaikan sesuai keinginan kita, misalnya panjang 4- 6 m, lebar 1-1,5 m, tinggi 0,5-1 m.
  • Hapa memiliki kepadatan benur 500-1000 ekor/m 2 .
  • Pakan benur yang diberikan berupa kelekap atau lumut-lumut dari kolam tambak di sekitarnya.
  • Lama pemeliharaan benur dalam masa ipukan 2-4 minggu, hingga panjangnya mencapai 3-5 cm dengan persentase hidup sekitar 70-90%.
  • Jaring sebagai dinding hapa mesti dibersihkan seminggu sekali.
  • Hapa sangat berguna bagi petani tambak, yaitu untuk tempat aklitimasi benur, atau sewaktu-waktu dipergunakan menampung ikan atau udang yang dikehendaki agar tetap hidup.


3. Cara pengangkutan benih udang :

  • Benih udang dikemas dalam kantong plastik.
  • Kantong plastik yang diapaki berukuran panjang 40 cm, lebar 35 cm, dan tebal 0,008 mm, diisi air 1/3 bagian dan diisi benih 1000 ekor.
  • Kantong plastik tersebut dimasukkan dalam kotak kardus yang diberi styrofore foam sebagai penahan panas dan kantong plastik kecil yang berisi pecahan-pecahan es kecil yang jumlahnya 10% dari berat airnya.
  • Benih udang bisa diangkut pada suhu 27-30 derajat C selama 10 jam perjalanan dengan angka kematian 10-20%.
  • Jumlah benih yang dapat diangkut antara 500-700 ekor/liter. Selama 6- 8 jam perjalanan, angka kematiannya sekitar 6%.
  • Untuk menurunkan suhunya dapat memakai es batu.


4. Waktu Penebaran Benur
Sebaiknya benur ditebar di tambak pada waktu yang teduh.

Pemeliharaan dan pembesaran benih udang windu air tawar

Pemupukan
Pemupukan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan makanan alami, yaitu:
kelekap, lumut, plankton, dan bentos.

Pemberian Pakan
Makanan untuk tiap periode kehidupan udang berbeda-beda. Makanan udang yang dapat digunakan dalam budidaya terdiri dari:
1. Makanan alami:

  • Benih udang burayak tingkat nauplius, makanan dari cadangan isi kantong telurnya.
  • Benih udng burayak tingkat zoea, makanannya plankton nabati, yaitu Diatomaeae (Skeletonema, Navicula, Amphora, dll) dan Dinoflagellata (Tetraselmis, dll).
  • Benih udang burayak tingkat mysis, makanannya plankton hewani, Protozoa, Rotifera, (Branchionus), anak tritip (Balanus), anak kutu air (Copepoda), dll.
  • Benih udang burayak tingkat post larva (PL), dan udang muda (juvenil), selain makanan di atas juga makan Diatomaee dan Cyanophyceae yang tumbuh di dasar perairan (bentos), anak tiram, anak tritip, anak udanng-udangan (Crustacea) lainnya, cacing annelida dan juga detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membususk).
  • Udang dewasa, makanannya daging binatang lunak atau Mollusca (kerang, tiram, siput), cacing Annelida, yaitu cacing Pollychaeta, udang-udangan, anak serangga (Chironomus), dll.
  • Dalam usaha budidaya, udang dapat makan makanan alami yang tumbuh di tambak, yaitu kelekap, lumut, plankton, dan bentos.

2. Makanan Tambahan
Makanan tambahan biasanya dibutuhkan setelah masa pemeliharaan 3 bulan. Makanan tambahan tersebut dapat berupa:

  • Dedak halus yang dicampur cincangan ikan rucah.
  • Dedak halus yang dicampur cincangan ikan rucah, ketam, siput, dan udang-udangan.
  • Kulit kerbau dan sisa pemotongan ternak lainnya. Kulit kerbau bisa dipotong-potong 2,5 cm persegi dan ditusuk sate.
  • Sisa-sisa pengolahan katak.
  • Bekicot yang sudah dipecahkan kulitnya.
  • Makanan anak ayam.
  • Daging kerang dan remis.
  • Trisipan dari tambak yang dikumpulkan dan dipech kulitnya.


3. Makanan Buatan (Pelet):
Takaran Ransum Udang dan Cara Pemberian Pakan:

  • Udang diberi pakan 4-6 kali sehari sedikit demi sedikit.
  • Jumlah pakan udang yang diberikan kepada benur 15-20% dari berat tubuhnya per hari.
  • Jumlah pakan udang dewasa sekitar 5-10% berat tubuhnya/ hari.
  • Pemberian pakan utama dilakukan pada sore hari.

 

Pamenenan Budidaya Udang Windu Air Tawar

Udang windu bisa dipanen saat tercapainya bobot panen (panen normal) dan bisa juga dilakukan bila terserang penyakit (panen emergency).

Panen udang windu normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 – 50cm. Sedang untuk panen emergency dilakukan bila udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas seperti SEMBV/bintik putih. Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis atau mati semua.

Penangkapan udang pada saat panen bisa dilakukan menggunakan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan untuk menghindari bagian tubuh yang terlepas. Saat panen yang baik adalah pada malam atau dini hari, supaya udang tidak terkena panas sinar matahari dan udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.

Udang yang memiliki mutu yang baik merupakan udang yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, serta masih hidup dan segar.

Pasca Panen

Udang windu yang sudah panen dimasukkan dalam kotak sterofoam yang sudah diberikan taburan es. Udang bisa bertahan hidup selama 12 jam dalam kotak, dan walaupun mati diperjalanan masih tetap segar dan mutunya terjaga. Banyaknya es untuk glassing adalah 10-20% besar kotak.

Refferensi : Warintek Ristek Indonesia Budidaya udang windu air tawar


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!