Budidaya Tutut

Budidaya Ternak

User Rating: / 13
PoorBest 
Budidaya Tutut - 4.7 out of 5 based on 13 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Tutut

Budidaya Tutut dan keong sawah
Budidaya tutut atau keong sawah sangat mudah di lakukan, asalkan memiliki air dan makanan yang cukup serta terlindung dari pemangsa keong sawah tutut akan mudah berkembang biak dengan sendirinya. Budidaya tutut mungkin masih jarang di lakukan, umumnya kita lebih mengenal budidaya bekicot karena memang telah di kenal sejak lama dan memiliki pasar restoran restoran oriental besar hingga mancanegara.


Namun saat ini, mulai banyak usaha tutut rebus yang muncul di pinggiran jalan khususnya di daerah Bogor - Jawa Barat dan merambah hingga kawasan lain. Inilah yang memicu terjadinya budidaya tutut untuk memenuhi kebutuhan usaha tutut rebus. Selama ini tutut atau keong sawah di dapat dari alam dengan mengambilnya di sawah sawah karena tutut atau keong sawah merupakan musuh bagi para petani.

 


Budidaya Tutut Keong Sawah dan keong mas


Tutut walaupun di kenal dengan sebutan keong sawah sebetulnya berbeda dengan keong sawah, keong mas maupun keong racun (bekicot). Tutut memiliki ukuran terkecil, keong sawah lebih besar di banding tutut namun masih kalah jauh dengan keong mas yang bisa mendekati ukuran bekicot. Tutut juga memiliki cangkang ekor yang lancip (mirip bekicot) sedangkan keong sawah dan keong mas memiliki cangkang ekor yang agak bundar. Ketiga keong sawah ini (tutut keong sawah dan Keong mas) biasa hidup di sawah sebagai hama petani, perbedaan lain adalah warna pada keong mas yang berwarna kekuningan sedangkan pada tutut dan keong sawah hitam gelap. Sedangkan bekicot lebih senang hidup di pohon pohon dan ukurannya yang lebih besar. Tutut dan keong mas tidak bisa hidup di darat kecuali untuk bertelur sedangkan bekicot bisa hidup di darat maupun air (sawah, rawa).

Saat ini budidaya tutut dan keong sawah sudah mulai dilakukan karena banyaknya permintaan. Walaupun tutut dan keong sawah berbeda, namun yang banyak di jual sebetulnya keong sawah. Budidaya tutut pun demikian, tutut dan keong sawah dibudidayakan bersamaan. Untuk budidaya ternak keong mas masih agak jarang karena walaupun ukurannya yang besar dan bisa di jadikan beragam masakan (seperti sate keong, gulai keong dll) namun masih sedikit restoran yang meliriknya, di tambah lagi kolesterol dari keong mas sangat tinggi.

Kandang kolam untuk budidaya tutut dan keong sawah

Untuk memulai budidaya tutut dan keong sawah, kita perlu membuat kandang kolam untuk tutut ini tinggal. Cara merawat tutut di kandang  tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya tutut yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu tutut kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang kolam tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah maka harus dibuat beberapa kandang kolam . Fungsi kandang kolam itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.
Kandang kolam budidaya tutut

Ada tiga cara dalam membuat kolam tutut.

1. Kolam terpal
Kandang kolam terpal bisa di buat dari kayu yang di lapisi terpal agar air di dalamnya tidak bocor. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter dengan tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar tutut tidak keluar dari dalam kandang atau di mangsa. Tambahkan air dan sedikit tanah dengan kedalaman 10 - 30 cm untuk berendam karena tutut adalah hewan air dan sedikit tanah.

2. Kolam bak semen
Membuat kolam bak semen sama dengan kolam terpal. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan tutut. Air juga sangat di perlukan untuk tutut berendam, tutut akan mati jika tidak ada air

3. Kolam tanah galian
Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 meter. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kolam dipilih yang agak basah. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, pastikan juga air selalu tersedia 10 - 30 cm dalam kolam tanah galian ini.

Pemilihan lokasi pembuatan kolam juga mesti di perhatikan, jangan sampai kolam kita terkena banjir dan tutut kita terbawa arus air. Bukan saja kita yang rugi namun nantinya tutut kita ini akan menjadi hama bagi para petani. Kandang didirikan di tanah basah, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25 - 30 derajat C. Sebaiknya gunakan banyak kolam, hingga bisa di kontrol sesuai besar dan lebih mudah perawatan. Sebagai contoh siapkan kolam kosong untuk penakaran dan isi dengan indukan, setelah indukan bertelur angkat indukan dan pindahkan ke kolam kosong lain. Biarkan telur tadi menetas dan menjadi tutut bersamaan dan besarkan dalam kolam tersebut, ini akan mempermudah untuk, memperkirakan kesediaan stock penjualan.

Memilih Indukan tutut

Kita bisa mencarinya sendiri tutut di sawah atau memintanya dari para petani padi. yang biasanya akan membuang tutut begitu saja.  Calon indukan tutut ini dipilih dengan ukuran yang besar dan bentuk badan yang sehat. Tidak lama jika sudah siap matang kawin, indukan tutut akan menghasilkan telur yang akan menempel di dahan, daun, ranting tanaman. Setelah menetas anakan tutut akan kembali ke lingkungan air.

Mempersiapkan situasi kolam seperti habitat asli dimana tutut ini hidup akan memudahkan pemeliharaan karena tutut atau keong sawah ini dapat mencari makan sendiri. Namun untuk memacu pertumbuhan berat, peternak bisa dapat menambahkan asupan makanan berupa dedaunan yang disukai tutut. Tutut, keong sawah dan keong emas ini sangat menyukai daun tanaman seperti daun pisang, daun singkong, daun talas dan daun pepaya. Untuk pemberian pakan dedaunan ini dapat dilakukan sehari dua kali

Menjaga kelembaban kolam tutut juga mesti diperhatikan supaya tutut atau keong sawah dapat tumbuh di kolam pemeliharaan. Pastikan agar kolam tidak tercemar dari zat beracun dan aman dari pemangsa seperti itik, kucing dll. Untuk pembesaran tutut selama pemeliharaan dalam beberapa minggu akan meningkatkan bobot tutut dan siap untuk dipanen. Selamat menjadi UKM budidaya tutut.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!