Home Budidaya Ternak Budidaya Ternak Lebah Madu

Budidaya Ternak Lebah Madu

User Rating: / 6
PoorBest 
Budidaya Ternak Lebah Madu - 4.3 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Ternak
Written by Dody Tabrani   

Budidaya Ternak Lebah Madu

Budidaya Ternak Lebah Madu,Ternak Lebah Madu,Budidaya Lebah Madu,Budidaya Lebah,ternak lebah

Lebah adalah serangga penghasil madu yang sudah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di gua gua, di lubang lubang pohon dan tempat tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang amat dibutuhkan oleh dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai melakukan budidaya lebah madu dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini menggunakan sistem kotak stup.

 

1. Deskripsi singkat

Di Indonesia lebah ini memiliki berbagai macam nama, di Jawa biasa di panggil tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di tataran Sunda biasa disebut tawon Odeng.

2. Pusat Peternakan Lebah

Di Indonesia pusat perlebahan berada di sekitar Jawa meliputi daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dengan jumlah produksi mancapai 2000–2500 Ton untuk lebah budidaya. Kalimantan dan Sumbawa merupakan pusat untuk madu dari perburuan lebah di hutan atau lebah alam. Sedang untuk pusat perlebahan dunia berada di CIS (Negara Pecahan Soviet), Jerman, Australia, Jepang dan Italia.

3. Jenis Lebah

Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan genus Apis. Spesies lebah bermacam-macam, yang banyak dijumpai di Indonesia adalah A. cerana, A. Dorsata A. Florea. Jenis lebah unggul yang sering dibudidayakan adalah jenis A. mellifera. Di runut dari asal-usulnya lebah dibagi menjadi beberapa jenis berdasar penyebarannya:

  • Apis cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar hingga Afghanistan, Cina sampai Jepang.
  • Apis mellifera, sering ditemui di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani dan Italia dan di daerah sekitar Mediterania.
  • Apis Dorsata, mempunyai ukuran tubuh paling besar dengan daerah penyebaran sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina dan sekitarnya. Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera hingga Papua


Produk yang di hasilkan oleh lebah.

  1. Madu adalah produk utama yang berasal dari nektar bunga. Madu merupakan makanan yang sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.
  2. Royal jelly. Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina serta penyembuhan penyakit, sebagai bahan campuran kosmetika dan bahan campuran obat-obatan.
  3. Pollen (tepung sari),  pollen dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan atau kepentingan farmasi.
  4. Lilin lebah (malam), lilin lebah dimanfaatkan oleh industri farmasi dan kosmetika sebagai pelengkap bahan campuran.
  5. Propolis (perekat lebah), propolis berguna untuk penyembuhan luka, penyakit kulit serta membunuh virus influensa.


Mengenal lebah dan siklus hidupnya

  • Sel calon ratu, berukuran paling besar, tidak teratur serta biasanya terletak di pinggir sarang.
  • Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam di tengahnya.
  • Lebah ratu : menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari, istirahat 2 hari, perubahan larva jadi pupa 1 hari, pupa atau kepompong 3 hari, total waktu untuk  jadi lebah 15 hari.
  • Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari, istirahat 3 hari, perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa atau kepompong 7 hari, total waktu untuk jadi lebah 21 hari.


Apis Florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon
klanceng.

4. Manfaat budidaya ternak lebah madu
Manfaat yang diperoleh dari budidaya ternak lebah madu adalah
1. Produk yang dihasilkan seperti madu , pollen, lilin lebah, royal jelly dan propolis
2. Manfaat lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses penyerbukan bunga tanaman  hingga diperoleh hasil yang lebih maksimal dari tanaman tersebut.

5. Persyaratan lokasi ternak lebah
Suhu ideal yang cocok untuk ternak lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah masih bisa beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masih beraktifitas. Di lereng pegunungan atau dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C) seperti Malang dan Bandung lebah madu masih baik dibudidayakan. Lokasi yang disukai lebah merupakan tempat yang terbuka, jauh dari keramaian serta banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

6. Pedoman teknis budidaya lebah

Dalam pembudidayaan lebah madu yang harus dipersiapkan adalah : Lokasi budidaya, kandang lebah modern (stup), pakaian kerja dan peralatan. Syarat yang utama yang harus yang dipenuhi dalam budidaya lebah adalah memiliki seekor ratu lebah dan ribuan ekor lebah pekerja serta lebah jantan. Di dalam satu koloni tidak boleh lebih dari satu ratu karena antar ratu akan saling bunuh untuk memimpin koloni.

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
a. Perkandangan
Suhu
Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh sebab itu ketebalan dinding stup mesti diperhatikan guna menjaga supaya suhu dalam stup tetap stabil. Yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm.
Ketahanan terhadap iklim
Bahan yang digunakan mesti tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang selalu berubah, kokoh serta tidak mudah hancur atau rusak.
Konstruksi
Konstruksi kandang tradisional dengan memakai gelodok dari bambu, secara modern saat ini memakai kotak stup yang lengkap dengan framenya.

b. Peralatan
Peralatan yang dipakai dalam budidaya lebah terdiri dari: masker, pakaian kerja dan sarung tangan, pengasap, penyekat ratu, sangkar ratu, sapu dan sikat, tempat makan, pondamen sarang, peralatan kecil, peralatan berternak ratu dan lain-lain.

2. Pembibitan
Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Bibit lebah unggul yang ada di Indonesia ada dua jenis yaitu A. cerana (lokal) dan A. mellifera (impor). Ratu lebah adalah inti dari pembentukan koloni lebah, oleh sebab itu memilih jenis unggul ini bertujuan supaya dalam satu koloni lebah bisa berproduksi maksimal. ratu A. cerana dapat bertelur 500 - 900 butir per hari sedangkan ratu A. mellifera dapat bertelur 1500 butir per hari. Guna memperoleh bibit unggul ini sekarang tersedia tiga paket pembelian bibit lebah.
Paket yang umum di temui untuk budidaya lebah

  1. Paket lebah ratu terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.
  2. Paket lebah terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.
  3. Paket keluarga inti terdiri dari 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja lengkap dengan 3 sisiran sarang.

Perawatan Bibit dan Calon Induk
Lebah yang baru dibeli dirawat khusus. Satu hari sesudah dibeli, ratu dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kotak stup yang sudah disiapkan. Selama 6 hari lebah lebah ini tidak boleh diganggu sebab masih dalam masa adaptasi hingga lebih peka terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Sesudah itu baru bisa dilaksanakan untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.

Sistem Pemuliabiakan
Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu baru sebagai upaya pengembangan koloni. Cara yang sudah umum dilaksanakan adalah dengan pembuatan mangkokan buatan untuk calon ratu yang diletakkan dalam sisiran. Namun saat ini sudah dikembangkan inseminasi buatan pada ratu lebah untuk mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul. Pemuliabiakan lebah ini sudah berhasil dikembangkan oleh KUD Batu Kabupaten Malang.

Reproduksi dan Perkawinan
Pada setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin betina yang tidak berkembang hingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi lebah ratu berkembang sempurna dan berfungsi untuk reproduksi.
Proses perkawinan terjadi diawali musim bunga. Lebah ratu terbang keluar sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi di udara, sesudah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian lebah ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk ratu bertelur.

Proses Penetasan
Sesudah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel yang sudah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja dan sesudah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus oleh penghuni dewasa. Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit, sesudah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis tabung sel dalam sisiran adalah:

Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.

Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:
Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari. Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.

3. Pemeliharaan


Sanitasi, Tindakan Preventif dan Perawatan
Pada pemeliharaan lebah secara modern, lebah ditempatkan pada kandang berupa kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk beberapa frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak mesti rajin memeriksa, menjaga dan membersihkan bagian bagian stup seperti membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, mencegah semut atau serangga lain masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu.
Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan ini meliputi menyingkirkan lebah dan sisiran sarang abnormal serta menjaga kebersihan stup.
Pemberian Pakan
Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke tempat di mana banyak bunga. Jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada. Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah :
Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga kesinambungan produksi agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan tambahan di luar pakan pokok bertujuan untuk mengatasi kekurangan pakan akibat musim paceklik atau saat melakukan pemindahan stup dalam proses penggembalaan. Pakan tambahan tidak bisa meningkatkan produksi, tetapi hanya berfungsi untuk mempertahankan kehidupan lebah. Pakan tambahan bisa dibuat dari bahan gula dan air dengan perbandingan 1:1 dan adonan tepung dari campuran bahan ragi, tepung kedelai dan susu kering dengan perbandingan 1:3:1 ditambah madu secukupnya.

7. Hama dan penyakit dalam ternak lebah

Penyakit pada lebah
Di daerah tropis penyakit lebah jarang ditemukan dibandingkan dengan daerah sub tropis dan daerah beriklim salju. Iklim tropis adalah penghalang menjalarnya penyakit lebah, kelalaian kebersihan bisa mendatangkan penyakit. Beberapa penyakit pada lebah dan penyebabnya antara lain:

  • Chalk Brood
  • Penyebab: jamur Pericustis Apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak dan menutupnya hingga mati.
  • Stone Brood
  • Penyebab: jamur Aspergillus flavus Link ex Fr dan Aspergillus fumigatus Fress. Tempayak yang diserang berubah menjadi seperti batu yang keras.
  • Addled Brood
  • Penyebab: telur ratu yang cacat dari dalam dan kesalahan pada ratu.
  • Acarine
  • Penyebab: kutu Acarapis woodi Rennie yang hidup dalam batang tenggorokkan lebah hingga lebah mengalami kesulitan terbang.
  • Nosema dan Amoeba
  • Penyebab: Nosema Apis Zander yang hidup dalam perut lebah dan parasit Malpighamoeba mellificae Prell yang hidup dalam pembuluh malpighi lebah
  • dan akan menuju usus.
  • Foul Brood
  • Ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood disebabkan oleh Bacillus larva dan European Foul Brood. Penyebab: Streptococcus pluton. Penyakit ini menyerang sisiran dan tempayak lebah.


Hama pada lebah
Hama yang sering mengganggu lebah antara lain:

  1. Burung, sebagai hewan yang juga pemakan serangga menjadikan lebah sebagai salah satu makanannya.
  2. Kadal dan Katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dilakukan oleh burung.
  3. Semut, membangun sarang dalam stup dan merampas makanan lebah.
  4. Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran menjadi ulat yang dapat merusak sisiran.
  5. Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.


Pencegahan Serangan Penyakit dan Hama

  1. Tindakan guna mencegah serangan penyakit dan hama yang diperlukan adalah:
  2. Membersihan kotak stup setiap hari.
  3. Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran dan kondisi lebah.
  4. Kaki-kaki stup harus diberi air untuk mencegah serangan semut.
  5. Pintu masuk dibuat seukuran lebah.


8. Panen budidaya lebah madu

Hasil Utama
Madu merupakan hasil utama dari lebah yang begitu banyak manfaatnya dan bernilai ekonomi tinggi.
Hasil Tambahan
Hasil tambahan yang punya nilai dan manfaat adalah royal jelly (susu ratu), pollen (tepungsari), lilin lebah (malam) dan propolis (perekat lebah).
Pengambilan madu
Panen madu dilaksanakan pada 1-2 minggu sesudah musim bunga. Ciri-ciri madu siap dipanen adalah sisiran sudah tertutup oleh lapisan lilin tipis. Sisiran yang akan dipanen dibersihkan dulu dari lebah yang masih menempel kemudian lapisan penutup sisiran dikupas. Sesudah itu sisiran diekstraksi guna diambil madunya.
Urutan proses panen.

  1. Mengambil dan mencuci sisiran yang siap panen, lapisan penutup dikupas dengan pisau.
  2. Sisiran yang telah dikupas diekstraksi dalam ekstraktor madu.
  3. Hasil disaring dan dilakukan penyortiran.
  4. Disimpan dalam suhu kamar untuk menghilangkan gelembung udara.
  5. Pengemasan madu dalam botol.


9. Analisa usaha budidaya lebah madu
9.1. Analisa usaha budidaya lebah madu
Perkiraan analisis budidaya lebah madu dengan jumlah 100 koloni lebah dalam satu tahun pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
No Perincian
Jumlah (Rupiah)
1) Biaya Produksi
a. Penyusutan kamar madu 16 m2 (0,05xRp.1.600.000,-) Rp: 80.000
b. Penyusutan rumah lebah 100 m2 (0,1xRp.2.500.000,-) Rp: 250.000
c. Paket lebah 100 buah @ Rp. 100.000,- Rp: 10.000.000
d. Penyusutan ekstraktor 1 buah (0,1xRp. 225.000,-) Rp: 22.500
e. Penyusutan pengasap 2 buah (0,5xRp. 50.000,-) Rp: 25.000
f. Penyusutan stup 100 buah (0,2xRp.2.500.000,-) Rp: 500.000
g. Perawatan bangunan (2%xRp.4.100.000,-) Rp: 82.000
h. Gaji 2 orang @ Rp. 200.000,-x12 Rp: 4.800.000
i. Pakaian, sarung tangan, dll Rp: 250.000
j. Makanan Rp: 100.000
k. Botol dan lain-lain Rp: 400.000
Jumlah biaya produksi Rp: 16.509.500

2) Pendapatan
Madu 1200 kg @ Rp. 13.000,-               Rp: 15.600.000
Paket lebah 30 buah @ Rp. 150.000,-    Rp: 4.500.000
Jumlah pendapatan Rp.
20.100.000

3) Keuntungandalam satu tahun
3.590.500

4) Parameter kelayakan usaha
a.
B/C ratio
1,22

9.2. Gambaran Peluang Agrobisnis ternak lebah madu
Beternak lebah madu mempunyai prospek sangat cerah, sebab kebutuhan madu dalam negeri hingga saat ini masih belum tercukupi. Harga dari produk lebah yang tinggi, biaya produksi yang relatif murah, tata-laksana pemeliharaan yang mudah serta kondisi lingkungan yang mendukung adalah peluang berharga yang perlu memperoleh perhatian. Dengan keseriusan, maka budidaya lebah madu ini bisa menguntungkan dan membantu perekonomian peternak. Semoga budidaya ternak lebah ini bisa bermanfaat bagi para ukm yang terjun di bidang agribisnis dan budidaya ternak.

 

Sumber referensi:
Marhiyanto, B., 1999, Peluang Bisnis beternak Lebah, Gitamedia Press, Surabaya.
Sumoprastowo, RM, Suprapto Agus, R,. 1993, Beternak Lebah Madu Modern, Bhratara, Jakarta.
Trubus 4, 1988, Manisnya Rupiah dari Madu Lebah, Penebar Swadaya, Jakarta.
______________, Menghasilkan Madu Berkualitas Tinggi, Penebar Swadaya, Jakarta.
Trubus 250, 1990, Petak Madu Uji Coba Untuk Menghasilkan Madu Beraneka Rasa, Penebar Swadaya, Jakarta.
Trubus 273, 1992, Mutu Madu Indonesia Dibanding Impor, Penebar Swadaya, Jakarta.
______________, Menggembala Lebah Ala Australia, Penebar Swadaya, Jakarta.
______________, Pemasaran Madu Indonesia dihambat Kadar Air, Penebar Swadaya, Jakarta.
Trubus 276, 1992, Beternak Lebah di Jerman, Penebar Swadaya, Jakarta.
http://wirausahainfo.blogspot.com/2012/04/budidaya-ternak-lebah.html
Yunus, M, Minarti, S. 1995, Aneka Tetnak, Universitas Brawijaya, Malang.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

 

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!

Joomla templates by a4joomla