Budidaya Ternak Burung Walet

Budidaya Ternak

User Rating: / 6
PoorBest 
Budidaya Ternak Burung Walet - 4.0 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Ternak Burung Walet (Collacalia fuciphaga)

Budidaya Ternak Burung Walet

Hasil dari budidaya ternak burung walet adalah sarang walet yang harganya mencapai jutaan hingga belasan juta rupiah perkilogram. Sarang walet ini di percaya memiliki berbagai khasiat yang baik bagi kesehatan. Umumnya konsumen sarang burung walet ini adalah kalangan menengah ke atas dan biasa di sajikan di restoran restoran oriental seperti restoran jepang, Cina dan Restoran Oriental lainnya. Saat ini sebagian besar sarang walet kualitas terbaik di ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Hongkong, Taiwan dan negara lainnya.

 

 

Burung Walet adalah burung pemakan serangga yang bersifat aerial serta suka meluncur. Burung Walet berwarna gelap, terbangnya cepat, memiliki ukuran tubuh sedang atau kecil, serta mempunyai sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil sama dengan paruhnya dan burung walet tidak pernah hinggap di pohon. Burung walet memiliki kebiasaan berdiam di gua gua atau rumah rumah yang cukup lembab, remang-remang hingga gelap dan menggunakan langit langit guna menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.

 

Manfaat Budidaya Ternak Burung Walet

Hasil dari Budidaya Ternak Burung Walet ini adalah sarang walet yang terbuat dari air liur burung walet (saliva). Sarang walet ini disamping memiliki harga yang tinggi, juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Sarang walet diduga dapat menyembuhkan paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.

 

Pedoman Teknis Budidaya Burung Walet

Persyaratan Lokasi Budidaya Burung Walet

  1. Lokasi yang di butuhkan untuk budidaya burung walet haruslah memenuhi syarat tertentu, Diantaranya adalah :
  2. Lokasi berada di dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
  3. Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat atau terhindari dari bising.
  4. Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
  5. Daerah area persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai dan rawa rawa adalah daerah yang paling cocok.
  6. Sebagai tambahan di utamakan yang terdapat walet atau di temukan walet terbang di sekitar daerah tersebut

 

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Setelah lokasi yang cocok untuk budidaya walet ditemukan, kita mesti mempersiapkan sarana dan peralatan untuk budidaya burung walet ini. Yang paling pokok adalah pembuatan gedung berikut sekat sekat kayu sebagai tempat burung walet bersarang. Pembuatan gedung harus mematuhi 2 hal pokok, yaitu :

1. Suhu, Kelembaban dan Penerangan.

Gedung yang diperuntukan bagi kandang walet mesti mempunyai suhu, kelembaban dan penerangan yang menyerupai dengan suhu, kelembaban dan penerangan gua-gua alami. Suhu pada gua alami berkisar antara 24 derajat C - 26 derajat C dan kelembaban antara 80%-95 %. Untuk mengatur kondisi suhu serta kelembaban dapat dilakukan dengan cara :

  1. Membuat saluran saluran air atau kolam didalam gedung.
  2. Melapisi plafon dengan menggunakan sekam setebal 2 cm.
  3. Memakai ventilasi dari pipa bentuk “L” yang berjaraknya 5 meter satu lubang dan berdiameter 4 cm.
  4. Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
  5. Di lubang keluar masuk burung walet diberi penangkal sinar yang berbentuk corong menggunakan kain goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan didalam gedung akan lebih gelap. Keadaan gelap lebih disenangi walet.

 

2. Konstruksi dan Bentuk Gedung.

Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10×15 m2 sampai 10×20 m2 . Semakin tinggi wuwungan (bubungan) gedung dan makin besar jarak antara wuwungan dengan plafon, akan semakin baik rumah walet serta lebih disukai burung walet. Gedung tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi. Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar di buat dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1 yang sangat baik guna mengendalikan suhu serta kelembaban udara. Guna mengurangi bau semen bisa disiram dengan air setiap hari. Kerangka atap dan sekat tempat sarang walet melekat dibuat dari kayu kayu yang kuat, tua , awet, tidak gampang dimakan rengat dan tahan lama. Atap gedung dibuat dari genting. Gedung sarang walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Lubang tempat keluar masuk burung walet berukuran 20×20 cm2 atau 20×35 cm2 dibikin pada bagian atas. Jumlah lubang tergantung dengan kebutuhan serta kondisi gedung. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur dan dinding lubang sebaiknya dicat hitam.

 

Pembibitan Burung Walet

Biasanya para pe ternak burung walet melakukan budidaya ternak burung walet dengan tidak sengaja. Biasanya banyak burung walet yang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para pe ternak burung walet ini. Untuk memancing burung walet agar datang lebih banyak lagi, pemilik rumah akan menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet. Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yang menghasilkan serangga serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.

1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Sebagai induk burung walet dipilih burung sriti yang diusahakan supaya mau bersarang di dalam gedung baru. Cara untuk memancing burung sriti agar masuk dalam gedung baru tersebut dengan menggunakan kaset rekaman dari suara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pada jam 16.00–18.00, yaitu saat burung walet kembali mencari makan.

2. Perawatan Bibit dan Calon Induk

Di dalam usaha budidaya ternak burung walet, perlu disiapkan telur walet supaya ditetaskan pada sarang burung sriti. Telur bisa didapat dari pemilik gedung walet yang sedang melakukan “panen cara buang telur” atau membeli dari para peternak burung walet lainnya. Panen ini ilakukan sesudah burung walet membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur walet diambil dan dibuang kemudian sarang walet diambil. Telur yang dibuang dalam panen ini bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.

 

Sumber Pustaka :


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!