Budidaya Ternak Belut dalam Drum

Budidaya Ternak

User Rating: / 3
PoorBest 
Budidaya Ternak Belut dalam Drum - 5.0 out of 5 based on 3 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Ternak Belut dalam Drum

budidaya belut dalam drum
Budidaya belut dalam drum bisa kita lakukan bila kita memiliki lahan yang terbatas, yang terpenting adalah keinginan dan kerja keras kita dalam melakukan budidaya ternak belut dalam drum ini. Belut termasuk jenis hewan yang memiliki gizi tinggi dan cukup banyak disukai orang. Belut juga bisa dijadikan berbagai macam olahan, yang bisa menaikkan harga jual dari belut tersebut.

Jika sebelumnya belut yang didapat merupakan hasil tangkapan dan ternak belut dikolam, maka saat ini kita bisa juga melakukan budidaya ternak belut dalam drum. Drum yang bisa kita gunakan adalah drum plastik ukuran 200 liter, namun jika drum plastik sulit didapat, kita bisa menggunakan drum besi bekas oli atau minyak tanah. Syarat yang terpenting adalah karat dan sisa cat pada drum besi tersebut dibersihkan terlebih dahulu.  Jika diperlukan, kita bisa mencat ulang bagian dalam drum tersebut dengan cat yang tidak mengandung racun.


Peralatan yang harus disiapkan dalam ternak belut dalam tong.

 

  1. Drum atau tong. Usahakan yang terbuat dari plastic supaya tidak berkarat.
  2. Kawat Kasa
  3. Tandon sebagai penampung air
  4. Paralon
  5. Ember, jerigen, cangkul, dan baskom

budidaya ternak belut dalam drum

Cara budidaya ternak belut dalam drum


Persiapan Drum

  1. Drum letakkan secara horizontal, lubangi sisi drum tersebut selebar +/- 30 cm secara memanjang pada bagian atasnya (atas setelah drum diletakkan horizontal).
  2. Periksa semua bagian dalam drum, pastikan tidak bocor, tidak berkarat (bersihkan bila ada).
  3. Bila bekas karat cukup banyak, kita bisa melakukan pengecatan terlebih dahulu dengan cat yang tidak beracun. Tanyakan ke toko cat atau material jenis cat yang tepat dan tahan air.
  4. Buat sebuah saluran pembuangan air di bagian bawah drum dan berikan peneduh supaya tidak terkena panas matahari langsung.
  5. Kita dapat menyambung drum-drum tersebut untuk memperoleh kolam yang panjang. Namun kita mesti mengelas sambungan drum supaya drum tidak bocor ketika diisi air.


Siapkan Air Dalam Drum

  1. Drum kita isi dengan lumpur/tanah sawah hingga ketinggian 30-40 cm dari dasar drum, setelah itu tambahkan air sampai permukaan air sekitar 5-10 cm diatas lumpur. Aduk 2 kali sekali hingga gembur dan lembut.
  2. Setelah itu kita mesti mengkondisikan kolam drum seperti habitat belut sebenarnya. Caranya bisa dengan menanami eceng gondok pada kolam drum. Eceng gondok juga berfungsi guna memproduksi oksigen bagi belut yang dipelihara di dalam drum. Sebagai acuan, banyak ideal eceng gondok pada drum adalah sekitar 30% dari luas permukaan air pada drum.
  3. Temperatur kolam drum yang terlalu panas tidak bagus dalam pembudidayaan belut. Oleh sebab itu, letakkan drum pada tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.


Penebaran Bibit Belut

  1. Media dalam kolam drum harus didiamkan selama 1-2 minggu supaya terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi bakal menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad renik. Sesudah siap baru bibit dimasukkan.
  2. Sebelum memasukkan bibit belut, kita mesti memastikan terlebih dahulu air berjumlah cukup dimana terdapat ¾ bagian drum yang berisi air. Setelah itu masukkan bibit belut dengan jumlah 2 kilogram atau sekitar 100 sampai 200 ekor bibit belut. Bibit belut bisa diperoleh pada peternak budidaya pembibitan belut.


Cara Memberi Pakan Belut


Cara memberi pakan belut yang benar wajib diperhatikan. Sebab belut yang kita budidayakan tidak akan bisa berkembang dengan baik jika kita salah memberi makan, kanibalisme belut bisa menghabiskan ternak kita.

  1. Waktu memberi makan belut cukup 1 kali dalam sehari, yakni pada sore hari diatas jam 17 sore.
  2. Belut merupakan hewan nocturnal, jadi belut akan mencari makan dimalam hari. Ini memudhkan kita, terutama bila kita melakukan budidaya belut sawah.
  3. Jenis pakan untuk belut bisa berupa cacing sutra, bekicot, ikan kecil, atau keong emas. Pemberian pakan bisa dimulai pada hari ketiga saat bibit ditebar di dalam drum. Kita bisa mencampurkan pelet dalam pakan belut tersebut dengan perbandingan campuran 1:1. Sebagai contoh, bila kita memberikan 1 kg campurn bekicot dan ikan, maka kita bisa mencapurkannya dengan 1 kg pelet.
  4. Banyak pakan yang diberikan adalah 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 2 kg/drum, pelet yang diberikan sekitar 0.1 kg atau 100 gram. Bila belut mulai membesar, pakan yang diberikan tetap 5% dari bobot total belut. Cobalah timbang 1 ekor belut ukuran rata-rata dalam drum, kalikan dengan 200 ekor(jumlah benih yang ditebar diawal). Contoh 1 ekor = 50gr x 200 ekor = 10.000 gr atau 10kg. 10 kg x 5% = 0.5kg
  5. Sifat kanibalisme belut harus benar-benar kita perhatikan, terutama saat belut mengalami perubahan kelamin. Belut akan cenderung menjadi hewan kanibal atau pemakan sesamanya, makanya kita harus memberikan pakan yang cukup dan juga tepat waktu. Apalagi bila kita memilih budidaya belut super, maka jumlah pakan belut yang diberikan juga mesti lebih banyak dibanding budidaya belut parung, atau budidaya belut lainnya.
  6. Guna menambah nafsu makan belut, kita bisa berikan temulawak atau Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 gr temulawak ditumbuk, kemudian rebus dengan 1 ltr air. Sesudah dingin, air rebusan dituang ke kolam drum dan pilih tempat belut biasa bersembunyi.


Pengaturan air

  1. Suhu air harus dijaga supaya tetap pada kisaran 26 - 28oC. Pembudidaya di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu membuat penutup diatas drum seperti saung atau diantara rindang pepohonan agar tercapai suhu yang ideal.
  2. Belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi dikolam drum. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya adalah tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi ini akan cepat mati, guna mengatasinya pH air harus sering diukur. Bila terjadi perubahan, segera beri penetralisir atau ganti air drum.
  3. Kita diharuskan untuk memberikan sebuah pipa dengan ketinggian hingga 10 cm sebagai cara untuk memberikan batasan pada air. Ganti sebagian air belut tersebut jika mencapai warna yang pekat.
  4. Penggantian air drum belut mesti dilakukan secara rutin untuk drum yang memiliki bahan dasar besi atau kaleng. Karena, kedua bahan tersebut cenderung mudah berkarat hingga memberikan penyakit pada belut.


Pemanenan belut

  1. Belut sudah bisa dipanen saat mencapai usia 4 hingga 6 bulan, dengan ukuran yang cukup besar.
  2. Bersihkan belut dari lumpur dan simpan dalam bak besar, belut bisa dijual dipasar tradisional terdekat.


Pengolahan Pasca Panen

Selain dijual hidup, belut juga bisa kit olah  guna memperoleh keuntungan dari penjualan belut. Sebagai contoh, kita bisa membuat pilet belut tanpa tulang, kerupuk belut, abon belut, dendeng belut dan berbagai macam usaha kreatif lainnya. pengolahan pasca panen ini akan membuat nilai jual belut berlipat.

Masalah permodalan dalam budidaya belut bisa kita tekan dengan melakukannya dalam drum, bisa memanfaatkan pekarangan rumah kita dalam budidaya ternak belut dalam drum. Alternatif lainnya adalah dengan memanfaatkan sawah. Dengan budidaya belut sawah, para petani bisa meraih kentungan ganda, yaitu hasil panen dari sawah dan hasil panen dari budidaya belut dalam sawah.

Bila kita memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka besar kemungkinan budidaya belut dalam drum akan memberikan hasil yang memuaskan bagi kita. Jangan lupa bahwa prospek budidaya belut sangat baik untuk keadaan pasar saat ini. Ada baiknya juga kita mengikuti pelatihan budidaya belut yang mungkin diselenggarakan oleh dinas peternakan di kota kita. Dengan mengetahui cara budidaya ternak belut dalam drum yang benar, maka hasil yang kita peroleh juga akan maksimal.

Refferensi:
Drs.Ruslan Roy, MM dan Bagus Harianto, AgroMedia Pustaka, 2009
http://hobiikan.blogspot.com/
http://www.sumbarprov.go.id/


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!