Budidaya Semut Rangrang

Budidaya Ternak

User Rating: / 14
PoorBest 
Budidaya Semut Rangrang - 4.7 out of 5 based on 14 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Semut Rangrang

ternak semut rangrang, perkebunan  semut rangrang , larva  pupa  kroto,  budidaya semut, rangrang tanaman buah-buahan  ,sumber penghasilan  ternak semut,  semut kroto,  beternak semut,  pakan burung,  bisnis sampingan,  budidaya kroto,  ternak semut,budidaya semut rangrang

Walaupun gigitan semut rangrang lumayang menyakitkan, semut rangrang terbukti bisa menjadi  sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Pengamatan Cesard (2004) yang dilakukan di  Malingping, Jawa Barat menunjukkan bahwa larva dan pupa semut rangrang atau biasa disebut  kroto, bisa di panen dan di jual sebagai pakan burung dan umpan pancing. Pada tempat lain di  Jawa, budidaya kroto ini dianggap sebagai bisnis yang amat menguntungkan. Saat ini guna  memenuhi permintaan kroto segar para palaku budidaya semut rangrang masih mengandalkan  hasil dari alam, mereka mengambil dari sarang sarang semut rangrang yang berada di pohon pohon disekitar lingkungannya.

 

 

Pada banyak tempat sudah ada yang sengaja melakukan budidayak semut rangrang dengan  membiarkan koloni semut rangrang membuat sarang di tanaman buah-buahan di perkebunan, ini  membuat para pemilik kebun memperoleh pendapatan ganda, pendapatan utama dari hasil panen  buah dan pendapatan tambahan dari panen kroto.

 

Semut rangrang saat ini dapat dibudidayakan baik secara tradisional ataupun secara intensif.  Budidaya semut rangrang secara tradisional dapat kita lakukan dengan memindahkan  segerombolan koloni atau sarang semut rangrang dari pohon yang satu kepohon yang lainya.  dalam budidaya semut rangrang secara intensif kita memelihara koloni semut rangrang pada  sebuah tabung bambu, dan tabung bambu itu ditaruh pada pohon kering atau tongkat yang  berada di tengah tengah kolam. Tujuan meletakkan sarang semut di tengah kolam adalah supaya  semut rangrang tidak dapat kabur.

 

Cara pembuatan sarang semut rangrang dengan media bambu :

Siapkan beberapa potongan bambu yang panjangnya kurang lebih 40 centimeter (atau sesuai  keinginan), pada salah satu ujung bambu dilubangi dan disisi lainnya dibiarkan tertutup. Jumlah  potongan bambu sebanyak 10 buah (semakin banyak potongan bambu semakin banyak sarang  yang dibuat dan semakin banyak penghasilan kroto dan bibit yang dihasilkan). Siapkan pula  kayu papan untuk pondasi bambu dan papan untuk bertengger sarang semut dan kita buat  tatakan untuk meletakkan tabung-tabung bambu tersebut di kolam, kita buat di kolam agar semut  tidak kabur dan tidak diganggu oleh semut beda jenis tau pemangsa.

 

Sesudah papan untuk tatakan kita buat kemudian taruh sarang bambu tersebut diatas papan  penopang. Sesudah itu kita pindahkan bibit dari segerombolan semut rangrang bersama ratu  ratunya dan taruh di atas bambu, papan atau langsung kita masukan kedalam tabung bambunya  agar semut rangrang bisa lebih cepat bersarang (tiap sarang mesti mempunyai ratu). Siapkan  makanan semut rangrang secukupnya, berilah tulang tulang hewan, bangkai serangga dan  sesekali berilah semut rangrang air gula sebab air gula pasti disukai semut. Asalkan kita mau  berkeja sacara telaten pasti dapat berkembang. Kroto sudah bisa di panen dalam waktu 10 hari  sejak semut di pindahkan

 

Analisa Budidaya Kroto 2 Ons perhari

Untuk menghasilkan Kroto sebanyak 2 - 2.5 ons perhari, kita membutuhkan beberapa peralatan  dan biaya yang tidak begitu besar sebab sebagian bahan dapat diperoleh di sekitar kita secara  gratis. Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat tempat budidaya semut  rangrang. Berikut analisa biaya budidaya kroto yang bisa dijadikan patokan :

 

Modal membuat sarang :

  1. Kita dapat menggunakan kolam sederhana sedalam 10 cm seluas sekitar 50 -100 cm2 yang bila  kita buat memakai semen, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 30.000 atau dapat juga menggunakan  bak plastik atau ember bekas pakai sebanyak 15 buah @ Rp 5.000
  2. Siapkan 30 potongan ruas bambu diameter dalam 7 cm. Kira kira memerlukan 1 atau 2 batang  bambu dengan harga bambu sekitar Rp 15.000 perbatang, kita juga dapat menggunakan batang  bambu bekas bangunan atau rumah.
  3. Siapkan 30 buah batu bata untuk mengganjal bak plastik atau ember. Kita bisa menggantinya  dengan menggunakan batu batu ceper, keramik bekas, bongkaran bangunan dan lainnya yang  penting dapat di jadikan ganjal pada bak plastik atau ember.
  4. Potongan kayu setebal 2 cm hingga 3 cm luas 20cm x 20 cm sebanyak 15 buah. Dalam hal ini bisa  digunakan potongan-potongan papan limbah bangunan juga tidak apa-apa.
  5. Siapkan bambu belah ukuran 3 cm x 1 cm x 50 cm sebanyak 15 buah. Mau pakai kayu limbah  bangunan juga tidak apa-apa. Ini berfungsi sebagai cagak tabung bambu, pasang sepasang  tabung bambu di bambu cagak ini. Paku pada potongan kayu di ujung bambu belah lainnya  sebagai bantalan, tindih bantalan ini dengan batu bata.

 

Modal Bibit semut rangrang :

Cari segerombolan semut dan krotonya yang dipetik di pepohonan, masukan dalam kantong   plastik setelah itu dipakai sebagai bibit semut rangrang. Setelah itu bagi menjadi 15 jumput kroto plus semut-semutnya dan masukan dalam tabung bambu, usahakan di setiap tabung bambu  mendapat seekor ratu semut. Untuk harga tergantung berapa harganya di pencari kroto. Bisa  10.000, bisa 25.000 bisa 50.000. Atau malah dapat juga gratis jika Anda memetiknya di kebun  sendiri atau kebun tetangga. Jangan gunakan kroto yang sudah dipajang di toko toko hewan  atau pancing apalagi yang sudah berbau, pada prinsipnya membibitkan semut rangrang itu relatif  mudah.

 

Modal Harian :

  • Modal harian merupakan pakan untuk semut yang untuk penangkaran sejumlah 30 tabung (15  pasang tabung) di atas, tidak akan sampai Rp. 1000/ hari. Bahkan dapat juga memanfaatkan yang  ada di sekitar kita, gratis.
  • Ketelatenan.
  • Tahan gigitan semut
  • Tenaga dan waktu Anda.

 

Kesimpulan

Untuk memulai budidaya semut rangrang tidak di butuhkan modal yang besar, bahan bahannya  bisa di dapat di sekitar kita. Untuk biaya pakan juga tidak besar, berikan serangga serangga kecil  mati yang bisa di temui, sesekali berikan air gula. Panen kroto bisa di lakukan setiap hari setelah 10 hari semut di masukan dalam sarang bambu, kroto yang didapat bisa mencapai 1 - 2,5 ons perhari. Semoga peluang usaha ini bisa membantu kita semua.

 

Sumber Pustaka

Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!