Budidaya Penggemukan Ternak Sapi Potong

Budidaya Ternak

User Rating: / 20
PoorBest 
Budidaya Penggemukan Ternak Sapi Potong - 4.5 out of 5 based on 20 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Penggemukan Ternak Sapi Potong

Budidaya Penggemukan Ternak Sapi Potong

Produksi daging sapi nasional saat ini masih jauh dari angka konsumsi, sebagian masih mengandalkan import dari luar negeri. Mulai Desember 2012, pemerintah memperketat import sapi guna medukung produksi sapi dalam negeri agar bisa memenuhi konsumsi daging sapi nasional. Budidaya penggemukan ternak sapi potong mayoritas masih menggunakan pola tradisional dan skala usaha sampingan. Hal ini dikarenakan besarnya investasi bila di jalankan secara besar dan modern, dalam skala usaha kecil pun Budidaya penggemukan ternak sapi potong akan memperoleh keuntungan yang baik bila di jalankan dengan prinsip budidaya modern. Dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) akan membantu budidaya penggemukan ternak sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.

I. Penggemukan Sapi Potong

Penggemukan sapi potong yaitu memelihara sapi dewasa dalam keadaan kurus guna ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).

Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :

1. Jenis-jenis Sapi Potong.

Ada beberapa jenis sapi yang dipakai sebagai bakalan dalam budidaya penggemukan ternak sapi potong di Indonesia adalah :

A. Sapi Bali.

Ciri sapi bali berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut hingga ke bawah dan juga pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi bali bisa beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

B. Sapi Ongole.

Ciri sapi ongole berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dengan daya adaptasinya baik. Jenis sapi ongole sudah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya di namakan Peranakan Ongole (PO) ciri Peranakan Ongole (PO) sama dengan sapi Ongole namun kemampuan produksinya lebih rendah.

C. Sapi Brahman.

Sapi brahman memiliki ciri berwarna coklat sampai coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat hingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

D. Sapi Madura.

Sapi madura memiliki ciri berpunuk, berwarna kuning sampai merah bata, sering terdapat warna putih di moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini memiliki daya pertambahan berat badan rendah.

E. Sapi Limousin.

Sapi limousin memiliki ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih di moncong kepala, tubuh berukuran besar dan memiliki tingkat produksi yang baik

2. Pemilihan Sapi Bakalan.

Sapi bakalan adalah faktor yang penting, sebab amat menentukan hasil akhir usaha penggemukan sapi potong. Pemilihan sapi bakalan membutuhkan ketelitian, kejelian serta pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah sebagai berikut :

  • - Berumur di atas 2,5 tahun.
  • - Jenis kelamin jantan.
  • - Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
  • - Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
  • - Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
  • - Kotoran normal

 

II. Cara Memelihara Sapi Potong

1. Kandang Sapi Potong.

Pada umumnya kandang sapi potong mempunyai dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Dalam kandang individu, setiap sapi potong menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 m X 1,5 m. Tipe ini bisa memacu pertumbuhan lebih pesat, sebab tidak terjadi kompetisi dalam memperoleh pakan serta mempunyai ruang gerak terbatas, hingga energi yang didapat dari pakan dipakai untuk hidup pokok serta produksi daging tidak hilang yang disebabkan banyak bergerak.

Dalam kandang kelompok, sapi bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang besar. Satu ekor sapi potong membutuhkan tempat yang lebih luas dibanding kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini sering terjadi perebutan dalam memperoleh pakan hingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh dibanding sapi yang lemah, sebab lebih banyak memperoleh pakan.

2. Pakan Sapi Potong.

Berdasarkan pada kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan sebagai hewan ruminansia, sebab pencernaannya melalui tiga tahap, yakni tahap mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), tahap fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan tahap enzimatis sesudah melewati rumen.

Penelitian menunjukkan metode penggemukan sapi potong dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal serta memerlukan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan sapi potong adalah dengan mengkombinasikan pakan antara pakan hijauan dengan pakan konsentrat. Pakan konsentrat yang dipakai dapat berupa ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Pakan konsentrat diberikan terlebih dahulu guna memberi pakan mikrobia rumen, hingga saat pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen sudah siap dengan aktif mencerna pakan hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) setiap ekor sapi potong adalah 2,5% berat badannya. Pakan hijauan yang dipakai adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang alang serta rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah sedangkan rumput gajah dan setaria kolonjono sebagai pakan hijauan berkualitas tinggi.

 

Penentuan kualitas pakan sapi tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan. Guna menambah kualitas pakan sapi potong dapat di berikan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA, dan HORMONIK. Suplemen khusus ternak ini memakai teknologi asam amino yang dibuat dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.

VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, seperti :

  • Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K, Ca, Mg, Cl dan lain-lain.
  • Asam asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
  • Vitamin lengkap yang berfungsi guna kelangsungan proses fisiologis tubuh yang normal serta meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
  • Asam asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.

POC NASA mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain dan juga memiliki protein dan lemak nabati hingga mampu meningkatkan pertumbuhan sapi, ketahanan tubuh, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.

HORMONIK berfungsi membantu memacu serta meningkatkan bobot ternak sapi.

Cara Praktis Aplikasi suplemen khusus ternak

  • Larutkan 1 botol VITERNA Plus (500cc) dan POC NASA (500 cc) dalam 1 wadah khusus. Aduk hingga rata setelah itu tambahkan dalam larutan tersebut 20 cc atau 2 tutup HORMONIK. Kemudian aduk kembali hingga rata.
  • Berikan kepada ternak sapi dengan dosis 10 cc/ekor dengan interval 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan cara dicampurkan dalam pakan konsentrat atau air minum.

 

3. Pengendalian Penyakit.

Untuk mengendalikan penyakit, faktor utama yang dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, sebab penggunaan obat akan menambah biaya produksi serta tidak menjamin keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang bisa dilakukan guna menjaga kesehatan sapi adalah :

A. Manfaatkan Kandang Karantina.

Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina dalam satu kandang terpisah, karantina bertujuan guna memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang belum diketahui ketika proses pembelian. Selain itu juga untuk adaptasi sapi pada lingkungan yang baru. Ketika sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing sebab berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit cacing memang tidak mematikan, namun akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan saat digemukkan. Lamanya mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan sesudah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga di pakai guna memisahkan sapi lama yang terkena penyakit supaya tidak menular kepada sapi lain yang sehat.

B. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya.

Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak sebab memperoleh pakan yang mencukupi, hingga pembuangan kotoran mesti dilakukan setiap saat bila kandang sudah mulai kotor supaya mencegah berkembangnya bakteri serta virus penyebab penyakit.

C. Vaksinasi untuk sapi bakalan baru.

Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax. Beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.

 

III. Produksi Daging.

Produksi daging di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :

1. Pakan.

Pakan sapi potong yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian suplemen khusus ternak memberikan berbagai nutrisi yang di perlukan ternak hingga sapi potong akan tumbuh lebih cepat dan sehat.

2. Faktor Genetik.

Ternak sapi potong dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik dan cepat pula hingga produksi daging menjadi lebih tinggi.

3. Jenis Kelamin.

Ternak sapi potong jantan tumbuh lebih cepat dibanding ternak sapi potong betina, hingga dalam umur yang sama ternak jantan sudah memiliki tubuh dan daging yang lebih besar.

4. Manajemen.

Cara memelihara sapi potong dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa budidaya penggemukan menjadi lebih singkat.

 

Budidaya Penggemukan Ternak Sapi Potong bisa di lakukan oleh siapa saja, baik sekala kecil maupun modern. Perlakuan yang baik dan tepat dapat menghasilkan daging lebih banyak dan berkualitas.

 

Pranala Luar

Departemen Pertanian RI


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!