Budidaya Nematoda Patogen Serangga NPS

Budidaya Ternak

User Rating: / 3
PoorBest 
Budidaya Nematoda Patogen Serangga NPS - 3.7 out of 5 based on 3 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Nematoda Patogen Serangga NPS

Nematoda Patogen Serangga

Nematoda Patogen Serangga adalah sejenis Nematoda atau hewan dari golongan cacing yang sangat sangat kecil, karena kecilnya Nematoda Patogen Serangga tidak bisa di lihat oleh mata biasa. Nematoda Patogen Serangga berguna untuk mengatasi serangan hama pengerek batang padi, NPS merupakan parasit bagi ulat serangga. Ulat yang terserang Nematoda Patogen Serangga akan sakit dan pada akhirnya mati mengenaskan. Karena kemampuan NPS inilah, kita bisa menggunakannya untuk membasmi hama hama ulat pengerek batang padi yang sangat mengganggu para petani padi. Untuk budidaya Nematoda Patogen Serangga NPS ini kita memerlukan ulat hongkong sebagai "Inang" bagi Nematoda Patogen Serangga, ulat hongkong akan menjadi makanan bagi Nematoda Patogen Serangga.

 

Budidaya Nematoda Patogen Serangga

Peralatan Yang Kita Butuhkan untuk Budidaya Nematoda Patogen Serangga :

  1. Bak plastik yang pada tutupnya diberi jendela dan ditutupi kain kassa. Kegunaan dari jendela ini adalah untuk aerasi.
  2. Kertas merang atau kertas saring atau kertas tissue. kegunaannya untuk menyerap air serta menjaga kelembaban.
  3. Alat gelas kecil (gelas ukur lebih baik)
  4. Kain kecil yang bersih
  5. Pinset
  6. Botol untuk menampung NPS

Bahan-bahan yang kita butuhkan:

  1. Bibit atau kultur NPS Nematoda Patogen Serangga
  2. Ulat hongkong sebagai "Inang", biasa tersedia di toko penjual makanan burung
  3. Pelet untuk pakan ulat hongkong.
  4. Air bersih, bisa pakai air mineral

 

Cara Membuat Nematoda Patogen Serangga :

  1. Siapkan Bibit Nematoda Patogen Serangga. Bibit Nematoda Patogen Serangga bisa diperoleh dari Kperasi Tani, balai penyuluhan, pusat penelitian maupun universitas yang mempunyai bibit Nematoda Patogen Serangga atau kultur stok ini. Bibit NPS sekali saja membelinya, sesudah itu dapat dipelihara sendiri dan dipakai terus menerus.
  2. Siapkan bak plastik kecil yang ditutupnya sudah diberi jendela.
  3. Letakkan lembaran kertas merang atau tissue kedalam bak plastik.
  4. Tuangkan air kultur NPS ke bak plastik di atas kertas sampai basah. Sisa air dimasukkan kembali ke dalam botol.
  5. Kertas dibasahi dengan kultur NPS hingga seluruh kertas basah oleh air dan kemudian Ulat hongkong diletakkan di atas kertas.
  6. Ulat hongkong diletakkan ke dalam bak yang sudah ada Nematoda Patogen Serangga-nya.
  7. Dengan cara ini maka Nematoda Patogen Serangga akan menginfeksi ulat hongkong. Nematoda Patogen Serangga akan berkembang biak di dalam inang itu sampai akhirnya ulat mati. Jangan lupa diberi sedikit pellet untuk makanan ulat hongkong.
  8. Kemudian bak plastik ditutup dan diinkubasi selama 2 hari.
  9. Dalam waktu 2 hari, ulat hongkong yang terinfeksi akan mati. Ulat hongkong yang mati karena terinfeksi nematode berwarna coklat cerah. Ulat hogkong mati yang berwarna hitam atau coklat tua bukan mati karena infeksi nematoda.
  10. Siapkan bak lain untuk tempat panen Nematoda Patogen Serangga. Dalam bak itu diletakkan tempat alas gelas kecil yang diletakkan dalam posisi terbalik. Tambahkan air di dalam bak tersebut. Kemudian tutup alas gelas dengan kain putih bersih. Basahi juga kain tersebut.
  11. Ulat hongkong yang mati karena Nematoda Patogen Serangga dipilih dan dipisahkan dari ulat-ulat yang lain. Ulat-ulat hongkong tersebut diletakkan di atas kain yang telah disiapkan sebelumnya.
  12. Ulat hongkong mati terinfeksi nematoda di atas kain basah.
  13. Setelah itu ulat hongkong ini dibiarkan hingga 21 hari. Nematoda akan berkembang biak di dalam tubuh inang. Ketika cairan tubuh inang mulai habis, Nematoda Patogen Serangga akan keluar dari tubuh inang dan akan mengikuti air ke bawah nampan. Pada hari ke-16 nematoda akan mulai keluar. Hal ini ditunjukkan dengan air yang mulai keruh. Pindahkan air yang telah keruh ini ke dalam botol penyimpanan. Tambahkan lagi air ke dalam bak plastik. Nematoda Patogen Serangga akan keluar lagi pada hari ke-18 dan 21. Sesudah 21 hari ulat hongkong sudah kering dan nematode telah keluar sseluruhnya dari dalam ulat.
  14. Hasil Nematoda Patogen Seranggadi simpan di dalam botol sebelum dipakai, ini juga berfungsi sebagai bibit atau kultur Nematoda Patogen Serangga yang dapat di budidayakan kembali mulai dari langkah pertama di atas.
  15. Satu botol Nematoda Patogen Serangga dilarutkan untuk 2 tangki penyemprot. Nematoda Patogen Serangga ini siap disemprotkan ke padi di lahan pertanian.
Sumber Refferensi

Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!