Budidaya Burung Puyuh 4 Ransum dan Pakan

Budidaya Ternak

User Rating: / 10
PoorBest 
Budidaya Burung Puyuh 4 Ransum dan Pakan - 4.5 out of 5 based on 10 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Burung Puyuh 4 Ransum dan Pakan

Budidaya burung puyuh
Untuk menghemat pengeluaran biaya pakan burung puyuh, banyak peternak burung puyuh yang mencampur pakan burung puyuh pabrikan dengan bahan alternatif lainnya seperti bekatul dan jagung. Harga pakan burung puyuh pabrikan memang cukup tinggi dan tidak pernah turun walaupun harga telur puyuh sedang mengalami penurunan sehingga banyak pembudidaya burung puyuh melakukannya sebagai ransum bagi ternak burung puyuh mereka. Namun terkadang ada yang mencampur pakan pabrikan dengan bahan lain hanya karena meningkatkan keuntungan semata.


Lalu apa akibatnya bagi budidaya burung puyuh peliharaan kita, Umumnya kualitas telur akan menjadi lebih buruk, disamping itu kondisi burung puyuh juga tidak terlalu bagus dan bisa kekurangan beberapa macam nutrisi yang dibutuhkan. Kandungan nutrisi pakan burung puyuh buatan pabrik tentu telah dibuat sebaik-baiknya. Berikut ini adalah analisa kandungan nutrisi dan akibatnya bila ransum pakan burung puyuh buatan pabrik dicampur bekatul dan atau jagung giling.

Menurut Bp. Miftah Farid, SP dalam penelitiannya, pakan jadi biasanya dicampur dengan bekatul dengan perbandingan 3:1 dan ada juga yang mencampur dengan perbandingan 3:1:1. Yaitu 3 bagian pakan pabrikan, 1 bagian bekatul dan 1 bagian jagung giling.

 


Berikut ini nutrisi Ransum burung puyuh yang terdiri dari campuran pakan pabrik dan bekatul 3:1

  • Protein 18%,
  • Lemak 7%,
  • Serat 6.75%.
  • Calsium 2.63%,
  • Phosphor 1%,
  • EM 2650 Kkal/kg.

Dapat dilihat disini beberapa kekurangan nutrisi

  1. Jelas untuk protein terjadi kekurangan 2-4% hal ini bisa menyebabkan penurunan produksi telur (jumlah telur) dan terjadi penurunan bobot telur.
  2. Terjadi kenaikan pada serat sebesar 1.7%, ini bisa berakibat kecernaan burung puyuh terhadap ransum pakan campuran menurun, pengaruhnya jelas pada produksi telur.
  3. Calsium pada ransum pakan campuran terjadi penurunan sebesar 1%, ini berakibat kerabang telur yg dihasilkan lebih tipis dan mudah pecah, akibat yang fatal bisa menyebabkan hypocalsemia yang bisa menyebabkan kelumpuhan, di karenakan jumlah kalsium yang diperlukan untuk kulit telur dari ransum kurang, maka tubuh akan mengambil Calsium pada jaringan tulang (Ca-Phosphat dan Ca-Karbonat).
  4. Energi metabolisme ransum pakan campuran ini terjadi penurunan sekitar 50-100 kkal/kg, keadaan ini dapat merangsang proses glikoneogenesis yaitu sebagian protein dan lemak pada tubuh burung puyuh diubah menjadi energi dan burung puyuh akan terlihat kurus.


Bandingkan juga dengan ransum pakan campuran 3:1:1. Yaitu 3 bagian pakan pabrikan, 1 bagian bekatul dan 1 bagian jagung giling.

Untuk campuran ransum burung puyuh 3:1:1 ini tidak terjadi banyak perubahan nutrisi  kecuali di Protein dan Calsium ada penurunan yang efeknya sama seperti diatas, namun untuk Energi metabolisme cukup bagus hingga tidak khawatir terjadi proses glikoneogenesis sebab peran jagung menyumbang banyak Energi pada pakan campuran.

Jadi, dalam melakukan budidaya burung puyuh kita mesti berhati-hati dalam memberikan ransum pakan burung puyuh kita. Jangan sampai ternak burung puyuh kita kekurangan nutrisi karena penghematan yang kita lakukan. Sebaiknya mencampur ransum burung puyuh hanya dilakukan saat terdesak sehingga tidak merugikan budidaya burung puyuh kita sendiri.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!