Budidaya Burung Puyuh 3 Hama Dan Penyakit

Budidaya Ternak

User Rating: / 6
PoorBest 
Budidaya Burung Puyuh 3 Hama Dan Penyakit - 4.3 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Burung Puyuh 3 Hama Dan Penyakit

Budidaya Burung Puyuh 3 Hama Dan Penyakit
Budidaya burung puyuh juga mempunyai tantangan, salah satunya adalah hama dan penyakit. Jalan terbaik dalam meminimalkan penularan hama dan penyakit adalah menjaga kebersihan seluruh area peternakan burung puyuh. Hama dan penyakit yang menyerang budidaya burung puyuh bisa berbagai macam, mulai dari yang ringan hingga yang mematikan dan menyebar dalam waktu yang sangat singkat. Berikut ini adalah jenis-jenis hama dan penyakit yang sering menyerang unggas termasuk burung puyuh ini.


1. Cacingan

Penyebab: Kebersihan dan sanitasi yang buruk.
Gejala: Burung puyuh nampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian:
Menjaga santasi dan kebersihan kandang serta menjaga kebersihan dalam pemberian ransum pakan.

2. Tetelo

Penyebab : Virus Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: Burung puyuh sulit bernafas, sering batuk-batuk dan bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, terkadang berdarah, tinja encer kehijauan.  Yang lebih spesifik adanya gejala “tortikolis” yaitu kepala burung puyuh memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
Menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus
Pisahkan burung puyuh yang sakit, binatang vektor penyakit tetelo, burung puyuh yang mati segera dibakar/dibuang
Mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensuci-hamakan / steril.
Lakukan vaksinasi Tetelo NCD sejak awal. Sampai sekarang belum ada obatnya.

3. Aspergillosis

Penyebab: Cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Burung puyuh mengalami gangguan pernafasan, ada lapisan putih menyerupai keju di mata, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: Memperbaiki keersihan dan sanitasi kandang serta lingkungan sekitarnya.


4. Radang usus (Quail enteritis)

Penyebab: Bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, hingga menimbulkan  pearadangan pada usus.
Gejala: Burung puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu terlihat kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: Memperbaiki tata laksana pemeliharaan dan kebershan, serta memisahkan burung puyuh yang sehat dari yang sudah terinfeksi.

5. Berak darah (Coccidiosis)

Gejala: Feses berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam serta sering menggigil kedinginan.
Pengendalian:
Menjaga kebersihan dn sanitasi kandang dan lingkungaan
Menjaga litter tetap kering
Pengobatan dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayoco dilarutkan dalam air minum

6. Berak putih (Pullorum)

Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: Kotoran burung puyuh berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengkerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian:
Menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus
Pisahkan burung puyuh yang sakit, binatang vektor penyakit berak putih, burung puyuh yang mati segera dibakar/dibuang
Mencegah tamu masuk areal budidaya burung puyuh tanpa baju yang mensuci-hamakan / steril.

7. Quail Bronchitis

Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: Burung puyuh kelihatan lesu, bulu terlihat kusam, gemetar, sulit bernafas, sering batuk dan bersin, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir dan kadang-kala kepala serta leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dan menjaga kebersihan yang memadai.

8. Cacar Unggas (Fowl Pox)

Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala: Timbul keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang jika dikelupas akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.

 

Dalam mengendalikan hama dan penyakit dalam budidaya burung puyuh, yang terbaik adalah menjaga kebersihan dan sanitasi sebersih mungkin. Ini akan mengurangi dan mencegah penularan penyakit yang bisa terjadi.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!